TOMBAK RAKYAT.COM, SEMARANG – Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Wilayah Jawa Tengah menggelar Diskusi Publik bertajuk “Kepemimpinan Perempuan dalam Otonomi Daerah untuk Penguatan Demokrasi Lokal” di Aula DP3A Jawa Tengah pada hari Sabtu,31 januari 2026.
sebagai pembuka rangkaian Kongres Wilayah V. Acara ini merupakan bagian dari komitmen panjang KPI dalam mengawal kebijakan publik agar berpihak pada perempuan dan kelompok marginal.
Diskusi tersebut menghadirkan Dr. Mila Karmilah (Sekwil KPI Jateng 2010–2014) sebagai narasumber, yang menekankan pentingnya kepemimpinan perempuan yang responsif gender, terutama dalam menghadapi krisis ekologi dan kebencanaan.

Ia menyatakan, “Desentralisasi bukan sekadar pembagian kewenangan, tetapi soal siapa yang memimpin dan perspektif yang dibawa dalam pengambilan keputusan”. mengidentifikasi Mila Karmilah pernah menjabat sebagai Sekwil KPI Jawa Tengah.
Usai diskusi, Kongres Wilayah V dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan pemilihan pengurus baru.
Berdasarkan konsensus peserta kongres, Presidium Wilayah KPI Jawa Tengah periode 2026–2029 resmi ditetapkan, melibatkan perwakilan dari berbagai latar belakang marginal:

- Novi Kurniasih (Buruh Migran)
- Siti Asnawiyah (IRT)
- Emma Wijayanti (Petani/Kendal)
- Nurhayati (Buruh)
- Masnuah (Nelayan/Demak)
- Rulia (Pedila)
- Iin Arinta (Informal)
- Wiwik Sugiatmi (LBT)
- Eni Sukarni (Marginal/Anak Jalanan)
- Rofiatun (Disabilitas)
- Helen Intania (Profesional)
- Silahatul Ulla (Miskin Kota)
- Benita (Pemuda–Mahasiswa)
- Siti Wahyuni (Perempuan Kepala Keluarga)
- Sri Mulyatun (Lansia)
- Nur Khasanah (Pekerja Rumah Tangga)
Selain itu, Kongres juga menetapkan Satuf Hidayah dari Cabang Kota Salatiga sebagai Sekretaris Wilayah KPI Jawa Tengah untuk periode yang sama, 2026–2029.












