KENDAL,TOMBAK RAKYAT.COM – Di tengah kebijakan pemangkasan transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah, Pemerintah Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu,
menunjukkan langkah konkret dalam menjaga stabilitas ekonomi desa.
Melalui Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Mekar Jaya, desa ini berhasil melaksanakan panen perdana melon premium hasil budidaya hidroponik di greenhouse, Senin (16/3/2026).
Langkah inovatif ini menjadi strategi cerdas untuk mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PAD) sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal dengan sentuhan teknologi modern.
Optimalisasi Teknologi di Tengah Perubahan Iklim
Direktur BumDes Mekar Jaya, Imron Zamzami, menjelaskan bahwa penggunaan metode hidroponik di dalam greenhouse bukan sekadar tren, melainkan solusi menghadapi tantangan perubahan iklim.
Dengan sistem ini, nutrisi dan kondisi cuaca tanaman dapat dikendalikan sepenuhnya.
“Dalam satu siklus, kami menanam sekitar 1.060 bibit.
Setiap pohon menghasilkan melon berkualitas dengan berat rata-rata 2 hingga 2,1 kilogram,” ujar Imron.
Dengan masa tanam sekitar 70 hari, BumDes Mekar Jaya diproyeksikan mampu panen empat kali dalam setahun.
Estimasi keuntungan pun cukup menjanjikan. “Potensi pendapatan mencapai Rp40 juta per panen, atau sekitar Rp160 juta per tahun.
Pasar kami sudah jelas, karena kami telah menjalin kerja sama dengan perusahaan yang memasok langsung ke supermarket dan toko buah modern,” tambahnya.
Inspirasi Kemandirian Desa
Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, yang hadir langsung dalam panen perdana tersebut, memberikan apresiasi tinggi.
Menurutnya, kreativitas desa dalam menciptakan unit usaha baru sangat krusial saat ini.

“Desa harus kreatif mencari peluang di tengah berkurangnya dana transfer pusat. Apa yang dilakukan Desa Nolokerto ini adalah bukti
bahwa dengan niat dan manajemen yang baik, desa bisa mandiri. Ini harus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kendal,” tegas Benny.
Diversifikasi Usaha untuk Kesejahteraan Warga
Kepala Desa Nolokerto, Nur Fathoni, berharap keberhasilan ini menjadi pemantik bagi unit usaha lainnya.
Saat ini, BumDes Mekar Jaya tidak hanya fokus pada melon, tetapi juga mulai merambah ke budidaya jagung, penggemukan ternak kambing dengan pakan fermentasi, hingga pengelolaan air bersih (Pamsimas).
“Tujuan utama kami adalah keberlanjutan. Jika PAD meningkat, manfaatnya akan kembali lagi ke warga Desa Nolokerto dalam bentuk pembangunan dan pemberdayaan,” pungkas Nur Fathoni.
Dengan keberhasilan panen melon premium ini, Desa Nolokerto membuktikan bahwa keterbatasan anggaran pusat bukan hambatan, melainkan peluang untuk berinovasi dan berdikari.












