KLATEN–Tombakrakyat.com — Ratusan warga Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, kembali menggelar upacara sakral Sadranan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus ajang silaturahmi lintas agama. Kegiatan yang berlangsung pada hari Seni (2/2/26) dengan khidmat ini dipusatkan di kawasan Makam Panembahan Menangaseh, Dusun Konang.
Ketua Panitia sekaligus Kepala Dusun 1 Desa Kebon, Heru Kusnadi, menjelaskan bahwa rangkaian acara telah dimulai sejak hari Jumat dengan tradisi besik atau kerja bakti membersihkan makam. Puncak acara ditandai dengan pembagian ratusan gunungan hasil bumi sebagai simbol syukur atas melimpahnya rezeki.
Simbol Toleransi dan Kebersamaan
Salah satu keunikan Sadranan kali ini adalah keterlibatan aktif berbagai elemen lintas agama, mulai dari Islam, Kristen, hingga Katolik.
Kegiatan Keagamaan: Umat Katolik dari Paroki Santo Mikael turut mengadakan doa bersama.
Zikir dan Tahlil: Dilaksanakan di Gedung Inten dan Masjid Konang bersama warga RW 01.
Kembul Bujono: Tradisi makan bersama di pelataran makam untuk mempererat persaudaraan tanpa memandang status sosial.
Harapan Generasi Tua
Antusiasme juga datang dari sesepuh desa, Simbah Sastro Martono (89), yang tidak pernah absen mengikuti tradisi ini setiap tahun. “Harapan saya, semua anak cucu diberikan kesehatan, kekuatan, dan murah rezeki. Tradisi ini harus terus dijaga agar tidak hilang,” ungkapnya dengan penuh harap.












