BERITAHIBURAN & WISATARELIGI

Lestarinya Tradisi Dugderan Kaliwungu: Perburuan Kuliner “Telur Mimi” Sambut Ramadan

265
×

Lestarinya Tradisi Dugderan Kaliwungu: Perburuan Kuliner “Telur Mimi” Sambut Ramadan

Sebarkan artikel ini
TOMBAK RAKYAT.COM, KENDAL – Tradisi Dugderan di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, terus lestari dan tidak lekang oleh waktu, menjadi penanda khas datangnya bulan suci Ramadan setiap tahunnya.
Ribuan masyarakat memadati kawasan sekitar Alun-alun dan Masjid Kaliwungu, bukan hanya untuk menikmati kemeriahan acara, tetapi juga untuk berburu aneka kuliner tradisional zaman dulu, terutama “telur mimi”. 
Pasar tiban atau dadakan yang dikenal dengan nama “Tukuder” ini menjadi magnet bagi warga yang rindu akan cita rasa masa lampau.

Salah satu kuliner paling diburu adalah telur mimi, makanan tradisional berbahan telur ikan mimi yang dicampur dengan bumbu dan parutan kelapa. 

Abdul Ghofur, salah satu warga Gemuh, mengaku harus bersusah payah menerobos kerumunan pembeli demi mendapatkan kuliner langka tersebut. “Tadi muter-muter, padahal katanya biasanya banyak yang jual, tapi kok belum ketemu,” ujarnya, Selasa (17/2/2026). 

Setelah hampir 15 menit mencari, Ghofur akhirnya menemukan lapak yang menjual telur mimi. Ia yang baru pertama kali mencicipi, merasakan sensasi tekstur yang sedikit keras namun nikmat saat disantap dengan bumbu parutan kelapa asin, gurih, dan pedas. 
Foto : suasana pasar tiban saat acara dugderan di pelataran Halaman masjid Agung Al-muttaqin alun2 pasar sore kaliwungu kendal. Selasa,17/2/2026

Tradisi ini menunjukkan bagaimana budaya dan agama saling mempengaruhi dan membentuk dinamika masyarakat, sekaligus menggerakkan perekonomian lokal dengan hadirnya peluang usaha bagi pedagang kecil.

Baca Juga  Selokan Amblas di perumahan GCVBlok R, Warga Desak Developer Bertanggung Jawab

Pedagang seperti Farikha, yang menyajikan kuliner telur ikan mimi, menjadi bagian dari mata rantai tradisi turun temurun ini. 

Kehadiran kuliner jadul seperti telur mimi dalam tradisi Dugderan ini menegaskan bahwa nilai-nilai sejarah dan budaya di Kaliwungu tetap terjaga, memberikan suka cita tersendiri bagi masyarakat dalam menyambut bulan penuh berkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *