Oleh ; M.Fathurahman
PROLOG
Di tengah tantangan ekonomi global yang kian dinamis, Kabupaten Kendal menyaksikan lahirnya sebuah gerakan akar rumput yang menjanjikan.
Forum Membangun Desa (FORMADES) Kabupaten Kendal kini tampil sebagai inisiator strategis dalam membangun pilar
kesejahteraan masyarakat melalui program kemandirian ekonomi dan penguatan UMKM.
Langkah ini bukan sekadar wacana. Di bawah komando M. Fathurahman, Ketua FORMADES Kabupaten Kendal, kolaborasi lintas sektor mulai dirajut.
Program ini secara cerdas mempertemukan potensi komoditas pegunungan dengan geliat UMKM di wilayah hilir, menciptakan sebuah ekosistem ekonomi yang terintegrasi.
Salah satu titik fokus gerakan ini adalah pengembangan potensi kopi di lereng Gunung Kendeng, Sukorejo.
Rudiyanto, Ketua Kelompok Tani Kopi setempat, menyambut baik kolaborasi pemberdayaan ini.
Baginya, kehadiran FORMADES memberikan harapan baru bagi petani kopi untuk tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga masuk ke dalam rantai pasok yang lebih menguntungkan melalui program pemberdayaan perkebunan yang berkelanjutan.
Tak berhenti di lereng pegunungan, inisiatif ini menjalar hingga ke wilayah pesisir Kangkung.
Bersama tokoh penggerak lokal seperti Ahmad Solikhin dari Tanjungmojo, Kangkung, FORMADES merangkul para pelaku UMKM dan petani setempat.
Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan hilirisasi produk, di mana hasil tani dari hulu dapat dikelola dan dipasarkan oleh pelaku UMKM dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

M. Fathurahman menegaskan bahwa kemandirian ekonomi desa adalah kunci kesejahteraan.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Petani kopi di Sukorejo dan pelaku UMKM di
Kangkung adalah satu kesatuan kekuatan ekonomi Kendal.
FORMADES hadir untuk menjembatani kolaborasi ini agar menjadi pilar kesejahteraan yang kokoh,” ujarnya.
Upaya pemberdayaan yang digagas FORMADES ini patut diapresiasi sebagai model pembangunan berbasis komunitas.
Dengan menggandeng petani dan pelaku usaha kecil secara langsung, program ini bukan hanya soal pertumbuhan angka ekonomi, melainkan tentang kedaulatan masyarakat atas potensi daerahnya sendiri.
Jika kolaborasi antara pegunungan Kendeng dan pesisir Kangkung ini terus dikawal dengan konsisten, Kendal tidak hanya akan dikenal
sebagai kota industri, tetapi juga sebagai kabupaten yang mandiri berkat sinergi tani dan UMKM yang mumpuni.












