Menkes Budi Gunadi Sadikin Soroti Tunggakan BPJS Rp26,47 Triliun, Sebut Kelompok Mampu Justru Paling Banyak Menunggak
Sebarkan artikel ini
TOMBAK RAKYAT.COM, JAKARTA – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kondisi keuangan BPJS Kesehatan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada Rabu,11Februari 2026.
Menkes memaparkan bahwa total tunggakan iuran BPJS Kesehatan yang tidak tertagih saat ini mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp26,47 triliun.
Dalam penjelasannya, Menkes menyoroti bahwa secara nominal, tunggakan terbesar justru tidak datang dari masyarakat kurang mampu, melainkan dari kelompok peserta mandiri kelas atas.
Fenomena ini dianggap ironis karena kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan finansial lebih baik justru menjadi penyumbang piutang terbesar bagi sistem jaminan kesehatan nasional.
Foto : Menkes RI Budi Gunadi Sadikin Hadiri Rapat kerja Komisi IX DPR RI.Rabu,11/2/2026
Tak hanya soal tunggakan, Menkes juga membongkar adanya ketidaktepatan sasaran dalam data peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Berdasarkan temuan Kemenkes, terdapat lebih dari 1.800 orang kaya yang masuk dalam kategori desil 10 (kelompok paling mampu) namun terdaftar sebagai peserta PBI yang iurannya dibayarkan oleh negara.
“Masa tidak bisa bayar Rp42.000?” ujar Menkes menyindir kelompok mampu yang masih menikmati fasilitas untuk warga miskin tersebut.
Menyikapi besarnya angka piutang yang sulit tertagih ini, pemerintah tengah menyiapkan payung hukum untuk melakukan pemutihan atau penghapusan tunggakan sebesar Rp26,47 triliun tersebut agar status kepesertaan masyarakat dapat diaktifkan kembali dan beban administrasi BPJS Kesehatan menjadi lebih bersih.