BERITANASIONALSOCIAL & BUDAYA

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Tradisi Iftar Indonesia Masuk Warisan Budaya Takbenda UNESCO

209
×

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Tradisi Iftar Indonesia Masuk Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Sebarkan artikel ini
TOMBAK RAKYAT.COM, JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa Ramadan tidak hanya sebatas urusan ibadah, tetapi juga merupakan peristiwa budaya yang hidup dan kaya di Indonesia.
Dalam sebuah acara silaturahmi pegawai Kementerian Kebudayaan, Fadli mengungkapkan bahwa pemerintah sedang berupaya agar tradisi iftar atau berbuka puasa dari Indonesia dapat masuk dalam daftar ekstensi Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
 Upaya ini menyusul pencatatan serupa yang sebelumnya diajukan oleh beberapa negara Timur Tengah, termasuk Turki. 
Pernyataan tersebut disampaikan Fadli saat menghadiri silaturahmi pegawai Kementerian Kebudayaan menjelang Ramadan 1447 H di Auditorium Gedung A Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada Rabu 18/2/2026.
Acara yang dihadiri oleh banyak pegawai (seperti terlihat dalam gambar) ini mengusung tema “Keindahan Toleransi Ibadah di Nusantara”.
Foto : Menteri kebudayaan RI Fadli zon saat menyampaikan arahan Dan sambutannya “dlm acara silaturahmi pegawai kementrian kebudayaan menjelang Ramadhan 1447 H di Auditorium Gedung A kementrian kebudayaan, jakarta.Rabu,18/2/2026

Fadli menekankan bahwa iftar adalah peristiwa budaya dengan beragam tradisi khas di berbagai daerah. “Setiap wilayah memiliki cara dan kekhasan tersendiri yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara,” ujarnya.

Baca Juga  Polsek Koja Gelar Operasi Cipta Kondisi, Patroli Mobile Sasar Titik Rawan Tawuran dan Balap Liar

 Ia juga menyinggung keragaman kuliner Ramadan, dari takjil hingga menu berbuka, sebagai ekspresi identitas dan kreativitas warga, yang memperlihatkan bagaimana nilai spiritual dan budaya saling menguatkan. 

Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta, menyebut kegiatan ini sebagai tradisi menyambut Ramadan yang
dikenal juga sebagai munggahan di beberapa daerah, yakni kebiasaan berkumpul menjelang puasa untuk bersyukur dan mempererat silaturahmi.
Fadli juga menyebut Ramadan sebagai momentum untuk “mereset” atau menata ulang diri. Acara tersebut ditutup dengan tausiyah oleh Ustaz Ricky Kurniawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *