PURWOREJO.TOMBAKRAKYAT.com — Paguyuban Jemaah Ngopi Bareng Purworejo menggelar kegiatan perdananya berupa ziarah religi ke tujuh makam auliya yang berada di wilayah Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Magelang, Sabtu (31/1/2026).
Tujuh makam yang diziarahi yakni: Makam Syekh Baedlowi di Masjid Santren, Dusun Santren, Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo; Makam KH Zaenudin dan KH Irsyad di Dusun Solotiyang, Desa Maron, Kecamatan Loano, Purworejo; Makam KH Nur Muhammad di Dusun Ngadiwongso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang; Makam KH R. Santri dan KH Dalhar di Gunungpring, Muntilan; Makam KH Achmad Abdulhaq di Watucongol, Muntilan; Makam KH Sirodj Abdul Rosyid (Romo Agung) di Payaman, Magelang; serta Makam Cokrojoyo (Sunan Geseng) di Tirto, Grabag, Magelang.
“Ngopi Bareng” adalah wadah interaksi sosial untuk mempererat silaturahmi, bertukar pikiran, dan membangun jaringan dalam suasana santai. Komunitas ini juga berfungsi sebagai ruang pelepas stres, peningkat kreativitas, serta forum diskusi yang nyaman untuk melahirkan ide-ide baru. Anggota dapat memperluas relasi sosial maupun profesional, berkomunikasi secara lebih akrab, dan dalam konteks tertentu turut mendorong pemberdayaan sosial.
Ketua Panitia Ziarah Jemaah Ngopi Bareng Purworejo, Kyai Imron Zuhdi, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. “Kami berziarah ke makam para sesepuh dan leluhur untuk bertawasul dan berdoa bersama agar hati dibersihkan, diberi kekuatan, kesehatan, serta kemudahan dalam menjalankan ibadah,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan Jemaah Ngopi Bareng Purworejo diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi para anggotanya, tetapi juga memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Purworejo.

Sementara itu, Penasehat Paguyuban Ngopi Bareng Purworejo, Kyai Slamet Ilyam, menuturkan bahwa kegiatan ziarah ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan setiap bulan Ruwah. “Untuk tahun ini, jumlah peserta sekitar 35 orang perwakilan dari 10 kecamatan dari total 16 kecamatan di Kabupaten Purworejo. Insha Allah ke depan bisa diikuti oleh seluruh elemen masyarakat dari semua kecamatan,” ungkapnya.
(Sumartono













