BERITAPOLITIK & PEMERINTAHANSOCIAL & BUDAYA

Lestarikan Warisan Sunan Kalijaga, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pimpin Tradisi Sesaji Rewanda di Goa Kreo

222
×

Lestarikan Warisan Sunan Kalijaga, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pimpin Tradisi Sesaji Rewanda di Goa Kreo

Sebarkan artikel ini
SEMARANG,TOMBAK RAKYAT.COM – Suasana sakral menyelimuti kawasan Desa Wisata Kandri, Gunungpati, saat Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali menggelar tradisi tahunan Sesaji Rewanda di Goa Kreo, jumat (27/3/2026).
Acara yang menjadi simbol harmonisasi antara manusia, alam, dan sejarah ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.
Mengenakan busana khas yang merepresentasikan semangat budaya lokal, Wali Kota Agustina tampak berbaur dengan masyarakat dalam prosesi kirab yang bergerak khidmat dari Masjid Al-Mabrur.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan upaya menjaga ekosistem budaya agar tetap relevan bagi generasi muda.
“Kami tidak ingin tradisi hanya menjadi cerita masa lalu yang statis. Melalui Sesaji Rewanda, kita membumikan kembali nilai-nilai spiritual
dan rasa syukur kepada Sang Pencipta melalui penghormatan terhadap alam,” ujar Agustina di sela-sela prosesi.
Simbolisme Gotong Royong dan Sedekah Alam
Puncak acara ditandai dengan pengarakan replika kayu jati—simbol perjuangan Sunan Kalijaga saat mencari soko guru untuk Masjid Agung Demak—beserta enam jenis gunungan.
Gunungan tersebut terdiri dari gunungan buah, nasi kuning, hasil bumi, kupat lepet, hingga nasi golong.
Setelah didoakan, gunungan buah dan hasil bumi tersebut dipersembahkan kepada kawanan kera penghuni Goa Kreo.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk sedekah alam dan penghormatan terhadap makhluk hidup yang secara historis diyakini membantu dakwah Sunan Kalijaga.
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Selain aspek ritual, gelaran tahun ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan Mahakarya Goa Kreo yang melibatkan kreativitas anak muda setempat.
Foto : walikota semarang Agustina Wilujeng secara  simbolis membuka  acara tradisi tahunan “sesaji Rewanda” di kawasan desa  wisata Goa kreo gunung pati semarang. Jumat,27/3/2026
Wali Kota berharap sinergi antara tradisi sakral dan seni artistik ini dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung lebih lama di Semarang.
“Ini adalah edukasi sejarah sekaligus daya tarik wisata. Kami mengundang masyarakat untuk menyaksikan langsung bagaimana nilai-nilai luhur warisan leluhur kita tetap terjaga dengan asri di Goa Kreo,” pungkasnya.
Tradisi Sesaji Rewanda 2026 ini pun ditutup dengan pembagian hasil bumi kepada warga yang hadir, sebagai simbol keberkahan dan harapan akan kemakmuran Kota Semarang di masa depan.
Baca Juga  Hari Pers Nasional 2026: Wartawan Lokal Klaten Beri Sepeda ke Anak Sekolah, Dinsos Buka Suara Soal Prosedur Bansos Yang Kerap Jadi Kendala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *