BERITAEKONOMI & BISNISPOLITIK & PEMERINTAHAN

Pemprov Jateng Masifkan Gerakan Pangan Murah di 308 Titik demi Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

252
×

Pemprov Jateng Masifkan Gerakan Pangan Murah di 308 Titik demi Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Sebarkan artikel ini
DEMAK, TOMBAK RAKYAT.COM – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Halaman Kantor TVRI Jawa Tengah, Pucang Gading, Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat (13/2/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) menyambut bulan suci Ramadhan dan Idulfitri 2026.
Dalam kunjungannya, Ahmad Luthfi tampak berdialog hangat dengan para pedagang dan warga yang antusias menyerbu komoditas pangan murah.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Jateng telah menjadwalkan 308 kali GPM di seluruh wilayah Jawa Tengah hingga Maret 2026 mendatang.
Foto : Gubernur jateng Ahmad Luthfi saat berbincang langsung pd salah satu pedagang yg ada dikegiatan GPM .Jumat,13/2/2026

“Kita sudah punya jadwal untuk kegiatan gerakan pangan murah ini. Di Jawa Tengah, kita awali di Pucang Gading, Demak, karena lokasinya strategis di perbatasan dengan Kota Semarang,” ujar Luthfi saat meninjau lapak cabai dan kebutuhan pokok lainnya.

Baca Juga  Bau Gratifikasi dari Desa: AMP-DS Seret Dugaan Tipikor Kuwu Sendang ke Polda Jabar
Meskipun secara umum stok pangan di Jawa Tengah dalam kondisi surplus, Luthfi mengakui adanya tren kenaikan harga pada awal Februari, terutama pada komoditas cabai yang mencapai angka Rp77.800/kg atau naik sekitar 35,7% dari Harga Acuan Pembelian (HAP).
Selain itu, kenaikan juga terjadi pada Minyakita, daging kerbau beku, dan jagung untuk peternak.
Menyikapi hal tersebut, Luthfi telah menginstruksikan BUMD PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk segera melakukan penetrasi harga di pasar-pasar tradisional.
“Ada kenaikan tapi belum signifikan, kecuali cabai yang mendekati Rp80 ribu.
JTAB sudah kami perintahkan untuk melakukan intervensi di seluruh pasar,” tegasnya.
GPM di Pucang Gading kali ini melibatkan 11 pelaku usaha, termasuk Bulog, RNI, PPI, JTAB, hingga UMKM binaan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Jawa Tengah.
Kerja sama lintas sektoral ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Selain upaya pasar murah, Ahmad Luthfi juga menekankan pentingnya peran Satgas Pangan untuk menyisir potensi adanya spekulan.
“Harus kita sisir, mulai dari hilirisasi petani, distributor, sampai ke tempat penjualan dan konsumen. Jangan sampai ada pihak yang bermain di tengah situasi ini,” imbuhnya.
Nuraini, salah satu warga Pucang Gading, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.
Ia menunjukkan belanjaannya yang terdiri dari beras, telur, dan cabai dengan harga yang jauh berbeda dari pasar.
“Sangat senang, apalagi cabai ini jauh lebih murah. Di pasar bisa hampir Rp100 ribu, di sini cuma Rp65 ribu. Minyak juga harganya lebih miring. Harapannya kegiatan seperti ini sering-sering diadakan,” ungkapnya penuh harap.
Melalui masifnya pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di 308 titik, Pemprov Jateng optimistis inflasi di daerah dapat terkendali dan masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *