NASIONAL

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Pelopor Pemberdayaan Ekonomi, Bukti Investasi Terus Tumbuh

162
×

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Pelopor Pemberdayaan Ekonomi, Bukti Investasi Terus Tumbuh

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menerima penghargaan Pioneer of Economic Empowerment atau pelopor pemberdayaan ekonomi dalam ajang Indonesia Kita Award di Yudhistira Grand Ballroom Patra Jasa Office Tower, Jakarta Selatan, Senin (10/11/2025) malam.

TOMBAKRAKYAT.COM, JAKARTA — Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah berbuah manis. Pemprov Jateng menerima penghargaan “Pioneer of Economic Empowerment” atau Pelopor Pemberdayaan Ekonomi dalam ajang Indonesia Kita Award yang digelar di Yudhistira Grand Ballroom Patra Jasa Office Tower, Jakarta Selatan, Senin (10/11/2025) malam.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Menurutnya, apresiasi ini menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan untuk terus memperkuat iklim investasi di Jawa Tengah.

“Penghargaan ini memberikan semangat bagi kami sebagai pemerintah dan seluruh stakeholder untuk meningkatkan investasi di Jawa Tengah,” ujar Luthfi usai menerima penghargaan.

Ia menambahkan, penghargaan tersebut membuktikan bahwa langkah Pemprov Jateng dalam memperkuat investasi dan menciptakan lapangan kerja mendapat dukungan luas, termasuk dari kalangan media massa.

“Semua ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.


Investasi Tumbuh, Serapan Tenaga Kerja Tinggi

Kinerja investasi di Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, hingga September 2025, realisasi investasi mencapai Rp 66,13 triliun atau 84,42 persen dari target tahunan.

Baca Juga  Menkes Budi Gunadi Sadikin Soroti Tunggakan BPJS Rp26,47 Triliun, Sebut Kelompok Mampu Justru Paling Banyak Menunggak

Nilai tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 29,27 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 36,86 triliun. Dari capaian itu, sebanyak 326.462 tenaga kerja berhasil terserap, menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan penyerapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa.

Pertumbuhan ekonomi pun menunjukkan tren menggembirakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,37 persen (year on year) pada Triwulan III 2025—lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang sebesar 5,04 persen.
Secara kuartal ke kuartal, ekonomi Jateng tumbuh 1,12 persen, dan secara kumulatif hingga Triwulan III tumbuh 5,21 persen.

Baca Juga  MK Gelar Sidang Uji Materi Pasal 237 KUHP, Pemohon Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Konstitusi

Kolaborasi Jadi Kunci

Gubernur Luthfi menegaskan, capaian ini tak lepas dari semangat kolaborasi berbagai pihak—baik pemerintah, swasta, perguruan tinggi, maupun masyarakat.

“Membangun daerah tidak bisa hanya mengandalkan APBD atau PAD yang porsinya sekitar 15 persen. Sisanya, sekitar 85 persen, berasal dari investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Karena itu, Jawa Tengah mengedepankan collaborative government,” jelasnya.

Pemprov Jateng berkomitmen menjaga kepastian dan kenyamanan berusaha, memperkuat sinergi dengan pelaku industri, serta menghadirkan layanan perizinan yang cepat, transparan, dan berbasis digital.

Baca Juga  Pemohon Hadir Langsung dan Daring dalam Sidang Uji Materi Pasal 256 KUHP di MK

Selain itu, pemerintah juga memastikan ketersediaan sumber daya manusia kompeten melalui pelatihan vokasi, program link and match antara pendidikan dan industri, serta peningkatan keterampilan bagi pencari kerja.


Dorong Kawasan Industri Baru

Pemprov Jateng terus mengembangkan kawasan industri untuk memperkuat daya saing investasi. Saat ini terdapat tujuh kawasan industri aktif, yaitu Kendal Industrial Park (KEK Kendal), Grand Batang City, Batang Industrial Park, Wijaya Kusuma Industrial Park, Jatengland Industrial Park, Kawasan Industri Candi, dan Bukit Semarang Baru (BSB).

Tak hanya itu, seluruh kepala daerah di Jawa Tengah didorong membuka kawasan industri atau kawasan ekonomi baru di wilayah masing-masing. Beberapa daerah seperti Cilacap, Kebumen, Sragen, dan Semarang sudah menyiapkan lahan untuk pengembangan kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *