TombakRakyat.com, – SUMENEP – Sejumlah penumpang Kapal Dharma Kartika rute Kalianget–Raas mengeluhkan sistem pemuatan kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil, yang dilakukan pada malam hari meskipun jadwal keberangkatan kapal tercatat pada pagi hari, Rabu, 31 Desember 2025.
Keluhan muncul lantaran penumpang yang membawa kendaraan diwajibkan menaikkan kendaraannya lebih awal pada malam hari, yakni sekitar pukul 19.00 hingga 20.00 WIB, sementara jadwal keberangkatan kapal dijadwalkan pada pukul 08.00 WIB. Kondisi tersebut dinilai merepotkan dan menyulitkan, khususnya bagi penumpang yang berasal dari luar wilayah Pelabuhan Kalianget karena harus bermalam di area pelabuhan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebijakan pemuatan kendaraan pada malam hari dilakukan akibat kondisi air laut yang surut pada pagi hari. Saat air laut surut, posisi kapal dinilai tidak sejajar dengan dermaga Pelabuhan Kalianget, sehingga menyulitkan proses naik-turun kendaraan. Untuk menghindari kendala teknis serta potensi risiko keselamatan, pemuatan kendaraan akhirnya dilakukan pada malam hari saat kondisi air laut pasang.
Arsyil, salah seorang penumpang asal Pulau Raas, mengaku kecewa dengan sistem yang diterapkan tersebut. Menurutnya, kebijakan tersebut justru membebani dan menyengsarakan penumpang, terutama bagi mereka yang membawa kendaraan.
“Kami berharap Kapal Dharma Kartika rute Kalianget–Raas ini segera diganti dengan kapal yang lebih sesuai dengan kondisi pelabuhan, sehingga penumpang tidak harus menaikkan kendaraan pada malam hari, padahal jadwal keberangkatannya pagi,” ujar Arsyil.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh penumpang lainnya yang berharap adanya evaluasi dari pihak terkait. Mereka meminta agar dilakukan perbaikan sistem pelayanan, termasuk opsi penggantian kapal, guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penyeberangan rute Kalianget–Raas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola kapal maupun otoritas pelabuhan setempat belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.












