BERITAProfile Tokoh

Putra Bongas Menembus MUI Pusat, Kebanggaan Indramayu Menggema di Tingkat Nasional

433
×

Putra Bongas Menembus MUI Pusat, Kebanggaan Indramayu Menggema di Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini

Jakarta, TombakRakyat.com, Indramayu kembali mencatat sejarah kebanggaan. Dari Kecamatan Bongas, lahir seorang ulama yang kini dipercaya mengemban amanah besar di tingkat nasional. KH. Abdul Wahab, atau yang akrab disapa Gus Wahab, resmi masuk dalam jajaran Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Masa Khidmat 2025–2030.

Pengukuhan Gus Wahab dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Masjid Istiqlal, Jakarta, bersamaan dengan pengukuhan pengurus MUI Pusat lainnya. Momentum ini menjadi penanda penting, tidak hanya bagi Gus Wahab secara pribadi, tetapi juga bagi masyarakat Indramayu, khususnya Kecamatan Bongas.

Baca Juga  AR Learning Center Gelar Pelatihan Diklat Sertifikasi CIJ dan CPW

Gus Wahab lahir di Cirebon pada tahun 1978 dan tumbuh besar di Kecamatan Bongas, Indramayu. Ia merupakan putra dari pasangan KH. Dr. Dasuki Adnan dan Nyai Hj. Fuaedah, pendiri Pondok Pesantren Al Washilah, Jakarta. Latar belakang pesantren dan lingkungan religius membentuk karakter keilmuan serta komitmennya dalam mengabdi kepada umat.

Rekam jejak dakwah Gus Wahab telah teruji. Sejak tahun 2008, ia aktif sebagai mubaligh dan berdakwah di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera. Dakwahnya dikenal sejuk, inklusif, dan menyejukkan hati masyarakat. Selain aktif di lapangan, Gus Wahab juga kerap tampil di berbagai program televisi nasional, menjadikannya salah satu ulama yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Baca Juga  Rp16,9 Triliun dan Perdamaian yang Dipertaruhkan: Indonesia di Persimpangan Hukum Internasional

Masuknya Gus Wahab ke struktur MUI Pusat merupakan bentuk kepercayaan atas konsistensi, integritas, dan pengabdiannya dalam syiar Islam. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat peran ulama dalam menjawab tantangan umat serta menjaga persatuan bangsa di tingkat nasional.

Bagi masyarakat Indramayu, khususnya Bongas, pencapaian ini menjadi sumber kebanggaan sekaligus inspirasi. Bahwa dari daerah, dari kesederhanaan, dan dari keikhlasan dalam mengabdi, lahir sosok yang mampu berkiprah untuk bangsa dan negara.

Baca Juga  SEKAR Karanganyar Buka Donasi di CFD, Seniman Bersatu Galang Empati untuk Korban Bencana

Dari Bongas untuk Indonesia. Dari Indramayu untuk umat.
Hari ini, nama daerah tidak hanya dikenang—tetapi dipercaya untuk mengabdi di pusat negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *