DAERAHBERITA

Respons Cepat Bupati Lucky : Pemulangan Pekerja Terlantar Asal Indramayu di Papua Jadi Perhatian Serius

270
×

Respons Cepat Bupati Lucky : Pemulangan Pekerja Terlantar Asal Indramayu di Papua Jadi Perhatian Serius

Sebarkan artikel ini
Istimewa_ Foto 7 Pekerja Terlantar di PAPUA

INDRAMAYU — TombakRakyat.com Pemerintah Kabupaten Indramayu menunjukkan respons cepat dalam menangani persoalan warganya yang terlantar di luar daerah. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, segera memerintahkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu untuk memulangkan tujuh pekerja asal Indramayu yang terlantar di kawasan Sermayam, Merauke, Papua Selatan.

Kepala Disnaker Indramayu, Endang Ismiati, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti instruksi tersebut. Seluruh biaya pemulangan para pekerja akan ditanggung oleh Baznas Kabupaten Indramayu.

“Pak Bupati sudah memerintahkan kami agar segera memulangkan tujuh pekerja yang terlantar di Papua. Semua biaya pemulangan ditanggung Baznas,” ujar Endang di ruang kerjanya, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga  Diplomasi Hijau Warnai Peringatan Victory Day Rusia di Jakarta Utara, Ratusan Mangrove Ditanam di Hutan Lindung Angke Kapuk

Endang menjelaskan, langkah cepat ini diambil setelah beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan kondisi para pekerja asal Indramayu yang terlantar akibat ditinggal mandor. Video tersebut memicu perhatian publik sekaligus menjadi dasar percepatan penanganan oleh pemerintah daerah.

Dalam proses penelusuran, Disnaker berhasil menghubungi Catu Wijaya, yang menjadi perwakilan para pekerja. Ia menjelaskan bahwa mereka bekerja sebagai kuli bangunan dalam proyek pembangunan barak TNI di Yonif TP 818/YUBOI.

Namun, harapan untuk memperoleh penghasilan yang layak tidak terpenuhi. Para pekerja mengaku tidak menerima hak sesuai perjanjian awal, bahkan ditinggalkan oleh mandor yang membawa mereka ke Papua.

Baca Juga  Petani Zaman Now: Bertani, Berkarya, dan Menghasilkan Lewat TikTok. 

“Atas perintah Pak Bupati Lucky, kami langsung mencari tahu keberadaan mereka. Alhamdulillah sekarang sudah bisa menghubungi Pak Catu, tinggal menunggu kesiapan untuk dipulangkan ke Indramayu,” jelas Endang.

Lebih lanjut, Disnaker bersama Dinas Sosial dan Baznas telah menyiapkan seluruh fasilitas pemulangan. Saat ini, para pekerja masih dalam proses mengurus upah yang belum dibayarkan oleh mandor.

“Kami sudah siap memulangkan. Jika mereka sudah siap, tiket pesawat segera kami beli,” pungkas Endang.

Baca Juga  Sedekah Bumi Bandungsari Jadi Simbol Syukur, Persatuan, dan Pelestarian Tradisi Leluhur

Adapun tujuh pekerja yang terlantar tersebut adalah:

  • Mulyadi
  • Yogi Setiawan
  • Catu Wijaya (Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi)
  • Ahmad Malik Ibrahim (Desa Jatimulya)
  • Jayadi (Desa Cikawung)
  • Carwadi (Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi)
  • Rasim (Blok Sarmita, Desa Puntang, Kecamatan Losarang)

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima tawaran kerja di luar daerah, serta memastikan kejelasan kontrak dan pihak yang bertanggung jawab sebelum berangkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *