BERITADAERAHVIDEO

Ruwahan Massal Desa Jaten Digelar di Dua Makam, Kolaborasi dengan Sanggar Wayang Kulit

153
×

Ruwahan Massal Desa Jaten Digelar di Dua Makam, Kolaborasi dengan Sanggar Wayang Kulit

Sebarkan artikel ini

KARANGANYAR, TOMBAK RAKYAT. com — Tradisi ruwahan massal kembali digelar di Desa Jaten, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (8/2/2026). Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, dengan lokasi di Makam Payaman Bulu Jaten dan Makam Suroloyo.

Ruwahan tahun ini mengusung tema “Cinta dan Doa, Katur Para Leluhur.” Acara dihadiri perangkat Desa Jaten, warga sekitar, serta masyarakat umum.
Kegiatan ruwahan kali ini terasa berbeda karena berkolaborasi dengan Mung Srawung, sanggar seni wayang kulit. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Yasin dan tahlil yang dipimpin Ustaz Hamid. Setelah itu, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathon yang dipandu Srikandi PWI LS bersama para hadirin.

Baca Juga  PGMM Bojonegoro Kawal Aspirasi PPPK Guru Madrasah Swasta Lewat Jalur Resmi ke DPR RI

Ketua panitia, Henri Prasetyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ruwahan massal Desa Jaten telah memasuki pelaksanaan ke-9. Ia menyebut kolaborasi dengan sanggar seni menjadi bagian dari upaya merawat tradisi.
“NU dikenal sebagai penjaga tradisi, maka ruwahan ini harus terus dijaga. Doa untuk leluhur adalah bukti cinta kita kepada ahli kubur,” ujarnya.

Baca Juga  IKABASS Berbagi di Ramadan, Bagikan 300 Paket Takjil kepada Warga di Jalan Wahidin Cirebon

Sambutan juga disampaikan PLT Kepala Desa Jaten, Andi Almadudi, A.Md. Ia menegaskan bahwa tradisi ruwahan merupakan wujud penghormatan dan cinta kepada para almarhum dan almarhumah melalui doa bersama.

Sementara itu, dalang wayang kulit sekaligus pengajar di ISI Surakarta, Cahyo Kuntadi, menilai pementasan wayang dalam ruwahan memiliki nilai spiritual dan budaya yang kuat. Menurutnya, wayang sejak dahulu menjadi media doa dan pengingat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga  Ikuti Jejak Walisongo, Pengajian Joko Goro-goro Gunakan Media Wayang

Dalam pementasan tersebut, tampil dalang cilik Putri Ragil, siswi kelas 5 SD Muhammadiyah Surakarta yang merupakan putri dari Dalang Cahyo Kuntadi. Ia membawakan lakon “Dongeng Si Kancil.” Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *