BERITAEKONOMI & BISNIS

Sampah Jadi Rupiah, PKK Jatiwangsan Bangun Ekonomi Kreatif Warga

71
×

Sampah Jadi Rupiah, PKK Jatiwangsan Bangun Ekonomi Kreatif Warga

Sebarkan artikel ini

PURWOREJO, TombakRakyat.com – Upaya pengolahan limbah rumah tangga di Desa Jatiwangsan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, menjadi contoh nyata pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Melalui inisiatif ibu-ibu Tim Penggerak PKK, sampah yang sebelumnya tidak bernilai kini diolah menjadi produk kreatif sekaligus sumber pendapatan tambahan bagi warga.

Desa yang dihuni sekitar 1.404 jiwa atau 486 kepala keluarga ini menerapkan sistem pengelolaan sampah terpusat. Limbah rumah tangga dikumpulkan di balai desa, kemudian ditimbang sebelum dipilah dan diolah sesuai jenisnya.

Sampah plastik dimanfaatkan menjadi kerajinan bunga hias bernilai jual yang kerap digunakan sebagai dekorasi berbagai acara, termasuk pernikahan. Sementara jenis sampah lain yang tidak dapat diolah dijual kepada pengepul.

Baca Juga  Serahkan Bantuan Bencana Sumatera ke BAZNAS ; FORMADES Karanganyar Dorong Sinergi Kemanusiaan

Hasil penjualan sampah tersebut dimasukkan ke dalam kas PKK dan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat, seperti pertemuan rutin, perayaan Hari Kemerdekaan, hingga program pemberdayaan perempuan di desa.

Ibu-ibu PKK cintakan Limbah Jadi kerajinan Tangan (dok.istimewa)

Tak berhenti di pengelolaan sampah, PKK Desa Jatiwangsan juga mengembangkan usaha produktif lain dengan membeli peralatan gerabah yang disewakan untuk kebutuhan hajatan warga. Inisiatif ini menjadi sumber pemasukan tambahan yang memperkuat kemandirian kelompok.

Baca Juga  Seleksi Kepala Sekolah NTT Masuki Uji Kejiwaan: Menakar Integritas dan Ketangguhan Mental Pemimpin Pendidikan

Gerakan sosial turut melengkapi aktivitas pemberdayaan ini. Setiap tahun, ibu-ibu PKK menggelar bazar pakaian layak pakai yang didukung warga Jatiwangsan yang merantau, termasuk dari Yogyakarta. Pakaian yang terkumpul kemudian dijual kepada masyarakat dengan harga terjangkau, biasanya menjelang Lebaran maupun peringatan Agustusan.

Dukungan pemerintah setempat turut menjadi pendorong keberhasilan program ini. Kehadiran Ibu Camat dalam kegiatan pertemuan rutin PKK memberikan semangat bagi para anggota untuk terus mengembangkan program yang berdampak langsung pada kebersihan lingkungan sekaligus peningkatan ekonomi warga.

Baca Juga  70 Mahasiswa Ilmu Hukum UT Jakarta Kunjungi Setneg RI, Diskusi Akademik Berlangsung Interaktif hingga Sore
Kegiatan Ibu-ibu PKK (dok.istimewa)

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Jatiwangsan, Puspita, mengaku bangga atas semangat para ibu dalam membantu perekonomian keluarga melalui berbagai kegiatan produktif.

“Harapannya kegiatan ini terus berkembang sehingga anggota PKK semakin mandiri, berdaya, dan mampu memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Gerakan ini tidak hanya menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, menjadikan Desa Jatiwangsan sebagai contoh inspiratif pengelolaan sampah berbasis masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *