KENDAL ,TOMBAK RAKYAT.COM – Sejumlah pemasok (supplier) bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendatangi Satuan PelayananPemenuhan Gizi (SPPG) Protomulyo 1 di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, pada Senin (6/4/2026).
Kedatangan para mitra ini dipicu oleh adanya tunggakan pembayaran yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
Salah satu pemasok, Faqihudin, membeberkan bahwa piutang yang belum dibayarkan oleh pihak pengelola mencapai sekitar Rp 141 juta.
Menurutnya, angka tersebut merupakan akumulasi pengiriman bahan pangan,seperti susu, yang dilakukan secara rutin sejak Desember 2025 hingga April 2026.
“Kami sudah kirim barang rutin setiap minggu, tapi pembayarannya tidak pernah penuh. Setiap kali ditagih,jawabannya selalu ‘besok’, tapi saat waktunya tiba, pihak pengelola justru sulit dihubungi,” keluh Faqihudin di lokasi.

Menanggapi aksi tersebut, pihak akunting SPPG Protomulyo 1, Galuh, mengeklaim bahwa pihaknya telah menyetorkan dana pembayaran kepada Koperasi Merakyat selaku pihak yang mengelola para supplier.
Ia mengaku tidak mengetahui alasan mengapa dana tersebut belum sampai ke tangan para pemasok.
Di sisi lain, Koordinator SPPG Kabupaten Kendal, M. Faris Maulana, menegaskan bahwa anggaran dari pemerintah sebenarnya sudah turun sesuai nota belanja.
Ia menduga ada “oknum” di tingkat mitra atau koperasi yang menahan dana tersebut, sehingga merusak citra program nasional ini.”Dana sudah disalurkan ke SPPG. Kami menduga ada dana yang tertahan di tingkat mitra.
Kami sudah meminta Kepala SPPG Protomulyo 1 untuk segera melapor ke KPPG agar dilakukan audit keuangan menyeluruh,” tegas Faris.
Pihak koordinator juga memperingatkan akan menjatuhkan sanksi tegas,termasuk penutupan sementara operasional dapur jika ditemukan adanya pelanggaran atau
penyelewengan dana dalam proses pembayaran kepada para pemasok bahan pangan tersebut.












