TOMBAK RAKYAT.COM, KENDAL – Upaya pencarian terhadap Muhamad Efendi (36), warga Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, yang hanyut di Sungai Bodri sejak Sabtu (7/2/2026), akhirnya membuahkan hasil.
Namun, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa pada Senin (9/2/2026) pagi.
Jasad korban ditemukan pertama kali oleh seorang nelayan di lokasi yang berjarak sekitar 18 kilometer dari titik awal kejadian.
Menghindari jasad terbawa arus lebih jauh, warga sempat mengikat jenazah di sebuah pohon sebelum petugas BPBD Kabupaten Kendal tiba untuk melakukan evakuasi.
Peristiwa nahas ini bermula saat korban bersama dua rekannya, Fitriyanto Bayu Irawan (29) dan Arif Kurniawan (50), melakukan aktivitas susur sungai menggunakan pelampung ban dalam mobil.
Rute yang mereka tempuh sedianya dimulai dari Bendungan Juwero menuju wilayah Cepiring.

Malapetaka terjadi saat ketiganya melintasi aliran sungai di bawah jembatan rel kereta api, Desa Tegorejo.
Arus yang deras membuat pelampung ban yang mereka gunakan oleng dan terbalik.
Dua rekan korban berhasil menyelamatkan diri ke tepi sungai, namun Muhamad Efendi terseret arus deras dan dinyatakan hilang selama tiga hari.
Setelah berhasil dievakuasi menggunakan perahu nelayan, jenazah langsung dibawa ke daratan dan diidentifikasi oleh pihak keluarga.
Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Patebon 1 untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan ke rumah duka.
Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo, menyatakan bahwa dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup. Pihak BPBD juga mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat.
“Kami meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas berisiko tinggi di sungai, terutama saat debit air meningkat dan arus sangat deras seperti saat ini,” tegas Iwan.












