BERITA

Festival Kutoarjo 2026, Kolaborasi Ekonomi Kreatif Lokal Berbasis Digital menuju Pasar Dunia

10
×

Festival Kutoarjo 2026, Kolaborasi Ekonomi Kreatif Lokal Berbasis Digital menuju Pasar Dunia

Sebarkan artikel ini

PURWOREJO, TombakRakyat.com, – Total 40 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari 16 kecamatan se-Kabupaten Purworejo hadir meramaikan acara Festival Kutoarjo (Festiku) 2026 yang berlangsung di Gedung Pewayangan Kautaman TMII, Jakarta, pada Minggu (19/04/2026).

Festiku 2026 adalah festival satu hari yang diinisasi oleh Paguyuban Wong Thorjo (Pakutho) untuk mempertemukan UMKM, budaya, dan jejaring diaspora dalam satu ruang yang hangat, hidup dan penuh peluang. Mengusung semangat “Go Digital, Go Global”, Festiku 2026 menjadi ajang promosi, edukasi, silaturahmi dan kolaborasi Wong Thorjo lintas generasi.

Dalam festival ini, juga dilaksanakan peluncuran website Pakutho, sebagai media promosi, untuk mendukung usaha anggota, membuka jejaring, dan memperkuat kolaborasi ekonomi kreatif berbasis digital. Selain itu juga dilakukan MoU antara Pakutho dan Forum UMKM Kabupaten Purworejo sebagai langkah awal kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan UMKM.

Baca Juga  Disurvei 5 Kali Sejak 2023, Abrasi Kalikutho Tak Masuk Prioritas: Tunggu Jebol Baru Ditangani?

Hadir pada festival tersebut, Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH, yang menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan Festiku 2026. Menurutnya Festiku tak sekadar wadah berkumpul dan bersilaturahmi saja, namun memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi daerah.

“Festival ini bukan hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga momentum penting untuk mengenalkan produk unggulan UMKM Purworejo serta memperkuat identitas budaya daerah,” ujarnya.

Dikatakan Bupati, Pemkab Purworejo, terus berkomitmen mendorong UMKM agar berkembang, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas melalui inovasi dan kolaborasi.

Dok. Istimewa

“Inisiatif Paguyuban Wong Thorjo, seperti peluncuran website dan kerja sama UMKM, merupakan langkah konkret dalam mendukung pengembangan usaha ke depan,” katanya.

Baca Juga  Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi: Figur Santri yang Mengayomi Masyarakat dalam Harmoni Umaro dan Ulama

Lebih lanjut, Bupati menilai peran Wong Thorjo sangat penting sebagai penghubung masyarakat Purworejo di perantauan sekaligus duta daerah dalam mempromosikan potensi lokal. Dirinya mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

“Saya berharap kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan serta mendukung terwujudnya visi Purworejo Berseri (Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif),” pungkasnya.

Ketua Pakutho, Pratomo Setyohadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festiku merupakan transformasi dari kegiatan halalbihalal yang telah berlangsung sejak tahun 2008. Seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang menjadi festival yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM.

“Tahun ini kami kembali mengangkat tema UMKM dengan semangat Go Digital, Go Global. Ini bukan sekadar slogan, tetapi arah dan komitmen bersama dalam mengembangkan UMKM agar mampu menembus pasar yang lebih luas,” jelas Pratomo.

Baca Juga  Longsor di Kaliboto Bener, Arus Purworejo–Magelang Dibuka Satu Jalur

Sementara itu, Ketua Forum UMKM Kabupaten Purworejo, Hesti Respati Ningsih, menyampaikan bahwa sebanyak 40 stand UMKM turut meramaikan festival, yang melibatkan pelaku usaha dari 16 kecamatan di Kabupaten Purworejo.

Ia menjelaskan bahwa kerja sama yang dijalin diharapkan dapat memperkuat digitalisasi UMKM serta memperluas akses pasar, termasuk menjangkau masyarakat Purworejo di perantauan.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan UMKM tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga mampu dikenal dan dipercaya di pasar yang lebih luas,” jelas Hesti.

Sumber: Prokopim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *