“Abrasi Sungai Kalikutho di Rowosari Disebut Bukan Prioritas Perbaikan, Warga Khawatir Banjir Bandang Terjadi Lebih Dulu”
KENDAL, TOMBAKRAKYAT.com – Ancaman abrasi di bibir Sungai Kalikutho, Desa Rowosari, terus menghantui warga. Sejak 2023, Menurut Kepala Desa Rowosari, Luqman Zakaria, S.Sos., S.H., NL.P., lokasi tersebut telah disurvei lebih dari lima kali oleh Dinas PUSDA TARU. Namun hingga kini, belum ada langkah perbaikan permanen. Informasi terakhir yang diterima pemerintah desa justru menyebutkan bahwa Kalikutho bukan prioritas penanganan. Luqman, mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi tersebut. “Sudah mungkin lebih dari lima kali survei sejak 2023. Warga juga sudah berupaya swadaya semaksimal mungkin. Informasi terakhir, Kalikutho bukan prioritas perbaikan. Mungkin kalau sudah jebol dan terjadi banjir bandang baru jadi prioritas.” ungkapnya.
Pernyataan ini memantik pertanyaan serius mengenai pola penanganan potensi bencana di daerah.

Potensi Banjir Bandang di Depan Mata
Abrasi yang terus menggerus bibir sungai dinilai semakin mengkhawatirkan, terutama saat curah hujan tinggi dan debit air meningkat drastis. Warga khawatir, jika tanggul jebol, dampaknya bisa meluas ke permukiman dan lahan pertanian.
Sejumlah warga telah melakukan penguatan darurat secara swadaya. Namun langkah tersebut bersifat sementara dan jauh dari standar teknis pengamanan sungai.
“Kalau hanya mengandalkan swadaya, tentu tidak cukup. Ini butuh penanganan struktural. Dinas yang berkewenangan jangan terus merasa sudah berbuat, apalagi sampai mengklaim gotong royong warga ini menjadi kegiatan mereka” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Lima Kali Survei, Nol Realisasi?
Fakta bahwa survei telah dilakukan berulang kali namun belum diikuti tindakan konkret menimbulkan tanda tanya. Apa dasar penentuan skala prioritas?
Apakah keterbatasan anggaran menjadi faktor utama?
Apakah lokasi ini tidak masuk kategori risiko tinggi?
Ataukah ada persoalan administratif lain?
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PUSDA TARU terkait parameter penetapan prioritas perbaikan.

Publik Menunggu Transparansi
Dalam konteks mitigasi bencana, pendekatan preventif seharusnya menjadi prioritas. Menunggu hingga tanggul benar-benar jebol dinilai berisiko jauh lebih mahal, baik dari sisi anggaran maupun keselamatan warga.
Masyarakat berharap ada transparansi terkait:
Skema penentuan prioritas proyek penguatan sungai
Status Sungai Kalikutho dalam peta risiko daerah
Alokasi anggaran mitigasi abrasi sejak 2023
Kasus Kalikutho kini menjadi sorotan publik dan ujian bagi komitmen pemerintah daerah dalam mengedepankan pencegahan sebelum bencana terjadi.












