BERITADAERAH

Disurvei 5 Kali Sejak 2023, Abrasi Kalikutho Tak Masuk Prioritas: Tunggu Jebol Baru Ditangani?

367
×

Disurvei 5 Kali Sejak 2023, Abrasi Kalikutho Tak Masuk Prioritas: Tunggu Jebol Baru Ditangani?

Sebarkan artikel ini
Survey Lokasi Tim Korpokla Wilayah Bodri Kuto (21/1/26)
Survey Lokasi Tim Korpokla Wilayah Bodri Kuto, (21/1/26)

“Abrasi Sungai Kalikutho di Rowosari Disebut Bukan Prioritas Perbaikan, Warga Khawatir Banjir Bandang Terjadi Lebih Dulu”

 

KENDAL, TOMBAKRAKYAT.com – Ancaman abrasi di bibir Sungai Kalikutho, Desa Rowosari, terus menghantui warga. Sejak 2023, Menurut Kepala Desa Rowosari, Luqman Zakaria, S.Sos., S.H., NL.P., lokasi tersebut telah disurvei lebih dari lima kali oleh Dinas PUSDA TARU. Namun hingga kini, belum ada langkah perbaikan permanen. Informasi terakhir yang diterima pemerintah desa justru menyebutkan bahwa Kalikutho bukan prioritas penanganan. Luqman, mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi tersebut. “Sudah mungkin lebih dari lima kali survei sejak 2023. Warga juga sudah berupaya swadaya semaksimal mungkin. Informasi terakhir, Kalikutho bukan prioritas perbaikan. Mungkin kalau sudah jebol dan terjadi banjir bandang baru jadi prioritas.” ungkapnya.

Baca Juga  Tatkala Dua Babi di Tengah Jamaah Sholat

Pernyataan ini memantik pertanyaan serius mengenai pola penanganan potensi bencana di daerah.

Surat Permohonan kedua tertanggal 09 February 2026, dari Kealadesa Rowosari Kepada dinas PUSDA Dg STindak Lanjut dari Kepaladesa Rowosari Ke Dinas PUSDA TARU Propinsi Jateng
Surat Permohonan kedua tertanggal 09 February 2026, dari Kealadesa Rowosari kepada dinas PUSDA TARU Propinsi Jateng

Potensi Banjir Bandang di Depan Mata

Abrasi yang terus menggerus bibir sungai dinilai semakin mengkhawatirkan, terutama saat curah hujan tinggi dan debit air meningkat drastis. Warga khawatir, jika tanggul jebol, dampaknya bisa meluas ke permukiman dan lahan pertanian.

Sejumlah warga telah melakukan penguatan darurat secara swadaya. Namun langkah tersebut bersifat sementara dan jauh dari standar teknis pengamanan sungai.

Baca Juga  SIDANG LANJUTAN KASUS DUGAAN PERUSAKAN JALAN COR DESA PALON BERLANGSUNG DI PN BLORA

“Kalau hanya mengandalkan swadaya, tentu tidak cukup. Ini butuh penanganan struktural. Dinas yang berkewenangan jangan terus merasa sudah berbuat, apalagi sampai mengklaim gotong royong warga ini menjadi kegiatan mereka” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Lima Kali Survei, Nol Realisasi?

Fakta bahwa survei telah dilakukan berulang kali namun belum diikuti tindakan konkret menimbulkan tanda tanya. Apa dasar penentuan skala prioritas?

Apakah keterbatasan anggaran menjadi faktor utama?

Apakah lokasi ini tidak masuk kategori risiko tinggi?

Ataukah ada persoalan administratif lain?

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PUSDA TARU terkait parameter penetapan prioritas perbaikan.

Baca Juga  Преимущества скачать 1xBet официальный сайт вместо браузера для пользователей
Bangunan Talud yang sudah retak dan tanah pondasi nya tergerus abrasi

 

Publik Menunggu Transparansi

Dalam konteks mitigasi bencana, pendekatan preventif seharusnya menjadi prioritas. Menunggu hingga tanggul benar-benar jebol dinilai berisiko jauh lebih mahal, baik dari sisi anggaran maupun keselamatan warga.

Masyarakat berharap ada transparansi terkait:

Skema penentuan prioritas proyek penguatan sungai

Status Sungai Kalikutho dalam peta risiko daerah

Alokasi anggaran mitigasi abrasi sejak 2023

Kasus Kalikutho kini menjadi sorotan publik dan ujian bagi komitmen pemerintah daerah dalam mengedepankan pencegahan sebelum bencana terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *