Menafsirkan perjalanan Kaliwungu, dari runtuhnya industri batik menuju bangkitnya tradisi pesantren. Kaliwungu pernah berjaya sebagai kota industri batik yang tumbuh bersama industri gula.
KENDAL, TOMBAKRAKYAT. com —Bedah buku “Melacak Jejak UKEL” karya Ibnu Fikri digelar di Aula Perpusda Kabupaten Kendal, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Festival Literasi Kabupaten Kendal 2026 dan diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai kalangan.
Acara dibuka Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal, Muntoha, S.KM., M.Kes. Moderator M. Ulil Albab, S.S., Pengasuh PP Azzahro Pegandon. Pembedah Ketua Lesbumi PCNU Kendal, Muslichin, S.S., M.Pd.
Buku ini hasil kajian akademik penulis saat studi S3 di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda. Pembedah membagi isi buku menjadi beberapa bagian.
Menurut Muslichin, buku ini menafsirkan perjalanan Kaliwungu, dari runtuhnya industri batik menuju bangkitnya tradisi pesantren. Kaliwungu pernah berjaya sebagai kota industri batik yang tumbuh bersama industri gula.
Judul UKEL diambil dari motif batik warisan leluhur Kaliwungu. Selain ukel, ada motif irengan, truntum, parang, gurdo, kawung, dan lainnya. Motif ukel melambangkan keuletan, detail, keterbukaan, dan dinamis. Sejalan dengan perubahan Kaliwungu dari Kota Batik menjadi Kota Santri.
Namun, pembedah menilai ada fakta yang belum disajikan proporsional. Fakta gelap prostitusi di masa keemasan batik, pembakaran pabrik dan rumah juragan, konflik tanah serta persoalan kuli versus juragan yang diduga melatarbelakangi munculnya Syarekat Islam Merah di Kaliwungu. Hal ini senada dengan penekanan moderator di awal acara.
Di akhir acara Muslichin mengatakan, “Ada alasan penulis untuk menyampaikan keberadaan fakta yang abu-abu dan gelap, barangkali penulis berupaya memotivasi pembaca dan calon penulis Kaliwungu lainnya untuk menangkap dan mengungkap peluang cerita yang belum dieksplorasi oleh Ibnu Fikri.”
Festival Literasi diharapkan mendorong penulis lokal menulis sejarah Kaliwungu secara lebih jujur dan berimbang. (emma)










