BERITADAERAH

Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi: Figur Santri yang Mengayomi Masyarakat dalam Harmoni Umaro dan Ulama

607
×

Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi: Figur Santri yang Mengayomi Masyarakat dalam Harmoni Umaro dan Ulama

Sebarkan artikel ini

KENDAL, TOMBAKRAKYAT.com – Kamis malam tanggal 27 Desember 2025, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, menjadi pusat perhatian dengan digelarnya acara tahunan “Nelayan Berdzikir”. Penyelenggaraan kali yang ke 7 ini, bisa dibilang spektakuler. Bagaimana tidak, acara tingkat desa yang gemanya hanya terdengar sampe desa tetangga, kali ini banyak pengunjung dari luar daerah. Dihadiri Bupati dan Wakil Bupati, Dandim, Kapolres, Camat, Danramil, Kapolsek, Kades, Tokoh Masyarakat dan Ulama berpengaruh di kabupaten Kendal.

Diantara pejabat dan tokoh masyarakat yang berada di panggung acara. Sosok Wakil Bupati Kendal, menjadi sorotan ribuan pengunjung yang memadati area parkir Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tawang yang menjadi lokasi penyelenggaraan acara tadi malam.

Mas Benny, demikian panggilan familiar Wakil Bupati, H. Benny Karnadi, S.Ag. yang dikenal sebagai seorang santri, terlihat selalu menempel didekat DR. KH. Marzuki Mustamar, M.Ag., pengisi tausiyah dan pemimpin doa dalam pengajian umum tesebut. KH. Marzuki Mustamar adalah seorang ulama kharismatik, pimpinan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang, Jawa Timur.

Baca Juga  Digerebek Saat Asyik Main Dadu, Enam Pelaku Judi Digulung Polisi di Pekalipan

Sebagai seorang santri, Mas Benny menunjukkan ta’dzim (penghormatan) kepada Kyai-nya, sebuah nilai yang sangat dijunjung tinggi dalam tradisi pesantren. Kedekatan antara Mas Benny Karnadi dan KH. Marzuki Mustamar juga mencerminkan hubungan harmonis antara Umara dan Ulama, bukan sekadar protokoler semata, melainkan sebuah simbol kedekatan antara seorang pemimpin dengan tokoh agama. Mas Benny menyadari betul bahwa ulama memiliki peran penting dalam memberikan bimbingan moral dan spiritual kepada masyarakat. Sebaliknya, KH. Marzuki Mustamar juga memahami bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menciptakan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh warga.

Sebagai seorang santri, Mas Benny memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai agama. Pemahaman ini menjadi landasan dalam setiap kebijakan yang diambilnya. Mas Benny selalu berupaya untuk mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dalam pemerintahan, seperti kejujuran, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama. Hal ini tercermin dalam berbagai program pemerintah daerah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat nilai-nilai moral, dan menjaga kerukunan antar umat beragama.

Baca Juga  Duka Mendalam Bagi Indonesia: Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon

Kehadiran Mas Benny dalam acara Nelayan Berdzikir juga menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat khususnya para nelayan. Acara ini merupakan wujud syukur atas rezeki yang telah diberikan oleh Allah SWT, serta doa untuk keselamatan dan keberkahan dalam mencari nafkah. “Mayoritas nelayan Tawang adalah Nahdhliyin, saya seorang santri yang memaknai dzikir sebagai denyut nafas NU. Dzikir bersama sudah menjadi tradisi untuk saling menguatkan di pesantren” jelasnya di tengah-tengah para nelayan untuk memberikan dukungan moral dan memastikan bahwa pemerintah selalu hadir untuk masyarakat.

Baca Juga  PC PMII DIY Gelar Konsolidasi dan Diskusi Publik: Soroti Ancaman Militerisme terhadap Masa Depan Demokrasi

Sinergi antara Santri, Umaro, dan Ulama yang terjalin dalam acara Nelayan Berdzikir merupakan sebuah contoh ideal tentang bagaimana agama dan pemerintah dapat bekerja sama untuk membangun masyarakat yang lebih baik. Sebagai seorang santri yang mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Kendal, Mas Benny menegaskan bahwa posisinya adalah wujud pengabdian. “Sebagai santri, ta’dzim dan kepatuhan kepada Kyai adalah fondasi utama. Sebagai Wakil Bupati, saya berupaya menerjemahkan nasihat dan bimbingan beliau dalam setiap kebijakan. Sinergi antara pemerintah dan ulama adalah kunci untuk mewujudkan pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai agama dan kearifan lokal“ ujarnya seusai mendampingi KH. Marzuki Mustamar.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *