Cirebon, TombakRakyat.com— Komunitas Bikers Journalist Indonesia (BJI) terus memperluas jejaring kolaborasi dengan aparat penegak hukum. Terbaru, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) BJI menggelar audiensi bersama Satuan Lalu Lintas , Rabu (29/4), di Mapolres setempat.
Pertemuan tersebut membahas rencana kegiatan touring perdana BJI yang mengusung tema sinergitas dan kolaborasi, sekaligus memperkuat peran komunitas dalam mendukung kampanye keselamatan berlalu lintas.
Dalam audiensi itu, perwakilan Satlantas Polres Cirebon Kota yang hadir antara lain KBO Lantas Ipda Johan, Kanit Kamsel Ipda Dani, dan Kanit Gakkum Ipda Rian. Mereka mewakili Kapolres Cirebon Kota untuk berdialog langsung dengan jajaran pengurus dan anggota DPP BJI.

Ipda Johan menyatakan apresiasi terhadap inisiatif BJI yang dinilai membawa dampak positif, khususnya dalam membangun kesadaran tertib berlalu lintas di masyarakat. Ia juga menegaskan kesiapan jajarannya untuk mendukung kegiatan touring yang direncanakan.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Selama dilaksanakan sesuai aturan dan mengedepankan keselamatan, Satlantas siap memberikan dukungan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP BJI, Arief Yolando, menegaskan bahwa komunitasnya tidak hanya berfokus pada kegiatan berkendara, tetapi juga ingin berkontribusi dalam edukasi publik.
“Kami ingin BJI menjadi mitra strategis kepolisian, khususnya dalam menyebarkan pesan keselamatan berkendara melalui pendekatan komunitas dan media,” kata Arief.

Rencana touring perdana BJI tersebut juga disebut akan menjadi momentum silaturahmi dengan , sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara komunitas dan institusi kepolisian.
Secara terpisah, pengamat transportasi menilai kolaborasi antara komunitas dan kepolisian dapat menjadi langkah efektif dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, selama kegiatan dilakukan dengan perencanaan matang dan mengutamakan aspek keselamatan.
Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam program konkret seperti sosialisasi, kampanye keselamatan, hingga edukasi langsung kepada pengguna jalan. Dengan demikian, peran komunitas dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan aparat dalam menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih tertib dan aman di wilayah Cirebon.












