BERITA

Mahasiswa Se-DIY Bertarung Gagasan di CLDC 2026, Isu Kedaulatan Masyarakat Adat Jadi Sorotan Utama

48
×

Mahasiswa Se-DIY Bertarung Gagasan di CLDC 2026, Isu Kedaulatan Masyarakat Adat Jadi Sorotan Utama

Sebarkan artikel ini
USHP UJB menyelenggarakan intelektual bergengsi melalui program Civil Law Debate Competition (CLDC) se-DIY, (28-29/04/2026).

YOGYAKARTA, TOMBAKRAKYAT.COM — Civil Law Debate Competition (CLDC) yang diselenggarakan oleh Unit Studi Hukum Perdata (USHP) Universitas Janabadra (UJB) tahun 2026 sukses digelar dengan mengusung tema “Negara, Korporasi, dan Kedaulatan Masyarakat Adat dalam Pusaran Kepentingan.” Kegiatan ini menjadi ajang intelektual bergengsi yang diikuti oleh berbagai universitas di wilayah Yogyakarta.

Kompetisi debat ini menghadirkan mahasiswa-mahasiswa hukum terbaik yang saling beradu argumen kritis terkait dinamika hubungan antara negara, kepentingan korporasi, serta perlindungan hak-hak masyarakat adat. Tema yang diangkat dinilai relevan dengan kondisi sosial-hukum saat ini, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan dan investasi yang kerap bersinggungan dengan eksistensi masyarakat adat.

Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan kemampuan analisis hukum yang tajam, serta kemampuan retorika yang mumpuni dalam menyampaikan argumentasi. Dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi hukum turut memberikan apresiasi atas kualitas debat yang ditampilkan.

Baca Juga  Pasien Kesal, Dokter RS Swasta di Kendal Dinilai Tak Disiplin Jam Praktik

Keberhasilan penyelenggaraan CLDC USHP UJB 2026 ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Panitia mendapatkan bantuan dari para alumni yang tergabung dalam Janabadra Club. Selain itu, dukungan juga datang dari instansi profesional seperti Perhimpunan Advokat Indonesia dan Catra Indhira Law Firm.

Lebih dari sekadar kompetisi, CLDC 2026 menjadi ruang refleksi kritis terhadap bagaimana isu masyarakat adat selama ini diposisikan. Dalam banyak kasus, masyarakat adat masih sering dipandang sebagai penghambat pembangunan, bukan sebagai subjek hukum yang memiliki hak atas tanah, budaya, dan ruang hidupnya. Forum ini hadir untuk menggugat cara pandang tersebut bahwa hukum seharusnya tidak menjadi alat legitimasi kepentingan negara dan korporasi semata, melainkan menjadi instrumen keadilan yang berpihak pada masyarakat.

Baca Juga  Penuh Khidmat, Wakil Bupati Klaten H. Benny Indra Ardhianto Dimakamkan Secara Kenegaraan

Di sisi lain, keberhasilan kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa hukum mampu berkreativitas, berinisiatif, dan menyelenggarakan forum akademik yang berkualitas serta berdampak. Hal ini sekaligus menjadi jawaban atas keraguan yang sempat muncul dari oknum di lingkungan kampus yang memandang kegiatan ini kurang baik dan tidak memiliki nilai akademik yang signifikan.

Pandangan tersebut kini terbantahkan. CLDC USHP UJB 2026 justru menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga subjek aktif yang mampu menciptakan ruang diskursus kritis, membangun tradisi intelektual, serta merespons persoalan hukum yang nyata di tengah masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kampus seharusnya menjadi ruang yang mendukung pertumbuhan gagasan, keberanian berpikir, dan kebebasan akademik. Bukan sebaliknya meragukan atau membatasi inisiatif mahasiswa yang justru berkontribusi pada pengembangan kualitas akademik itu sendiri.

Baca Juga  Pengajian Rajaban dan Isra Mikraj di Desa Kaligono Purworejo, Warga Diajak Hijrah Sosial dan Jaga Kerukunan

Akhir kata, panitia menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sponsor, pihak pendukung, dan media partner yang telah memberikan kontribusi baik secara moril maupun materil sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik dan sukses. Dukungan yang diberikan menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antar berbagai pihak mampu melahirkan kegiatan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berdampak luas.

“Kami dari panitia tentu ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sponsor, pihak pendukung, serta media partner yang telah berkontribusi, baik secara moril maupun materil,” ujar Dika, perwakilan panitia.

Diharapkan CLDC USHP UJB dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya sebagai wadah pengembangan kapasitas mahasiswa hukum, sekaligus sebagai ruang kritis untuk mengangkat isu-isu hukum yang аktif, progresif, dan berpihak pada keadilan sosial.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *