KESEHATANBERITADAERAH

Pasien Kesal, Dokter RS Swasta di Kendal Dinilai Tak Disiplin Jam Praktik

137
×

Pasien Kesal, Dokter RS Swasta di Kendal Dinilai Tak Disiplin Jam Praktik

Sebarkan artikel ini
Beberapa pasien yang pindah ruang tunggunya di depan ruang praktek lain, karena ruang praktek ortopedi dipakai dokter sift keduanya

KENDAL, TOMBAKRAKYAT.com ~ Ketidakdisiplinan jam praktik dokter kembali menjadi sorotan di sebuah Rumah Sakit Swasta Islam di Kabupaten Kendal. “A” dokter spesialis ortopedi yang dijadwalkan praktik pukul 10.30 hingga 15.30 WIB, faktanya membuat pasien menunggu hingga lewat pukul 16.00 WIB tanpa kejelasan.

Sejumlah pasien mengaku telah datang sejak pukul 10.00 pagi demi mendapatkan antrean awal. Namun hingga jam praktik seharusnya berakhir, pasien masih belum mendapat penanganan medis.
“Saya datang jam 10 pagi, dari tadi nunggu terus. Katanya praktik sampai jam setengah empat, tapi ini sudah jam empat lewat masih belum ditangani. Kalau begini buat apa ada jadwal?” keluh Kn (46), salah satu pasien dengan nada kesal.

Baca Juga  Di Tengah Sorotan Bantuan Tak Tepat Sasaran, Warga Krandegan Justru Pilih Graduasi Mandiri dari PKH

Pengalaman pasien lain yang, sudah nunggu di ruang praktek dari jam 10.00, jam 02.00 harus pindah menunggunya diruangan lain, karena ruanganya mau digunakan dokter sift berikutnya. “Sudah duakali seperti ini, pindah nunggu ruangan lagi. Sudah jam empat antrian pertama saja belum dipanggil. ” ujar St (46)

Ruang praktek dokter spesialis ortopedi dengan jadwal praktek dokternya
Ruang praktek dokter spesialis ortopedi dengan jadwal praktek dokternya

 

Situasi ini dinilai mencerminkan buruknya manajemen waktu dan lemahnya pengawasan rumah sakit terhadap kedisiplinan dokter. Ketidaktepatan jam praktik bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan menyangkut hak pasien atas pelayanan kesehatan yang layak, manusiawi, dan profesional.

Baca Juga  Kegiatan Sosial di Usia Satu Dasawarsa Pewarta Purworejo

Pasien mendesak manajemen rumah sakit untuk tidak menutup mata terhadap keluhan yang terus berulang. Evaluasi menyeluruh terhadap kedisiplinan dokter serta sistem antrean dan penggunaan ruang praktik dinilai mendesak, agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Dalam layanan kesehatan, waktu bukan sekedar angka di jadwal, tetapi menyangkut kondisi dan keselamatan pasien. Ketika disiplin diabaikan, yang dikorbankan adalah masyarakat yang datang dengan harapan sembuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *