jakarta,TombakRakyat.com_Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Gizi Nasional Jakarta, Rabu (13/5) sekitar pukul 15.00 WIB. Massa aksi terdiri dari sejumlah organisasi mahasiswa seperti Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Hima Persis, Hikmah Buddhi, dan organisasi mahasiswa lainnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Kepala BGN untuk mundur dari jabatannya, melakukan evaluasi tata kelola dan tata cara pelaksanaan program BGN, membuka transparansi anggaran, serta memastikan tempat belanja program disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Ketua Hima Persis, Bayyin, menegaskan bahwa mahasiswa menginginkan adanya keterbukaan dan evaluasi menyeluruh terhadap program yang dijalankan BGN. Ia menilai penggunaan anggaran negara harus dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Mahasiswa meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola BGN serta transparansi anggaran agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat,” ujar Bayyin saat menyampaikan orasi.
Senada dengan itu, Ketua Hikmah Buddhi, Candra Aditya, juga menyampaikan tuntutan serupa. Ia meminta pemerintah serius mendengar aspirasi mahasiswa demi menjaga kepercayaan publik terhadap program nasional yang sedang berjalan.
Namun, massa aksi mengaku kecewa karena Kepala BGN yang menjadi sasaran tuntutan mereka tidak hadir menemui mahasiswa secara langsung. Kekecewaan itu sempat disampaikan dalam orasi karena mahasiswa menilai kepala lembaga seharusnya hadir memberikan penjelasan kepada publik terkait berbagai tuntutan yang disampaikan.
Aksi tersebut akhirnya diterima oleh Rahman bersama Dohardo Pakpahan selaku Kepala Bagian Pengadaan Barang BGN Pusat. Dalam pertemuan dengan massa aksi, pihak BGN menyatakan akan menerima dan menampung seluruh aspirasi mahasiswa.
Menurut pihak BGN, lembaga tersebut akan terus mengikuti perkembangan dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang berjalan. Mereka juga menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari proyek pemerintahan presiden terpilih yang perlu dihormati bersama.

“Kami menerima apa yang menjadi aspirasi mahasiswa. BGN juga akan terus mengikuti perkembangan program ini. Program ini merupakan proyek politik dari presiden terpilih dan mari kita hormati bersama,” ujar pihak BGN di hadapan massa aksi.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan tertib dan kondusif. Setelah menyampaikan aspirasi selama kurang lebih satu setengah jam, massa mahasiswa membubarkan diri secara damai sekitar pukul 16.30 WIB.












