BERITAEKONOMI & BISNIS

Diduga Serobot Lahan Warga, Pembangunan Dapur MBG di Kutoarjo Picu Polemik

38
×

Diduga Serobot Lahan Warga, Pembangunan Dapur MBG di Kutoarjo Picu Polemik

Sebarkan artikel ini

PURWOREJO, TombakRakyat.com, -Pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Senepo Timur, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menuai sorotan warga. Proyek tersebut diduga menyerobot sebagian lahan milik Aristo, warga yang rumahnya berada tepat di sebelah lokasi pembangunan.

Aristo mengaku terkejut saat proses pembangunan dimulai tanpa adanya pemberitahuan maupun permintaan izin dari pihak pengelola atau yayasan yang bertanggung jawab atas dapur MBG tersebut.

Baca Juga  Desa Tlobong Deklarasikan Diri sebagai 'Desa Bersinar': Generasi Muda Garda Terdepan Lawan Narkoba, Didukung Penuh Babinsa Dan Bhabinkamtibmas

“Awalnya tiba-tiba sudah ada pembangunan. Bahkan ada penempatan tabung gas di pinggir gang yang berbatasan langsung dengan rumah saya,” ungkap Aristo kepada awak media.

Selain persoalan lahan, keluarga Aristo juga mengeluhkan adanya dampak fisik yang ditimbulkan dari aktivitas pembangunan. Salah satu bagian dinding ruang tamu rumah dilaporkan mengalami kerusakan hingga ambrol, yang diduga akibat proses pembangunan di lokasi tersebut.

Pihak keluarga mengaku telah berupaya menyampaikan permasalahan tersebut kepada pengelola dapur MBG. Namun, respons yang diterima dinilai kurang memuaskan dan terkesan tidak menunjukkan tanggung jawab.

Baca Juga  Gemerlap Takbir Keliling Bongas 2026, Wujud Syiar dan Kebersamaan Sambut Iedul Fitri 1447 H

“Kami sudah menyampaikan secara baik-baik, tetapi tidak ada tanggapan serius. Kesan yang kami terima seolah tidak ada urusan,” ujar pihak keluarga.

Meski demikian, Aristo menegaskan bahwa dirinya tidak menolak keberadaan dapur MBG selama persoalan lahan dapat diselesaikan secara terbuka dan adil. Ia bahkan membuka peluang apabila pihak terkait bersedia menyelesaikan dengan cara membeli lahan yang dipermasalahkan.

Baca Juga  Cetak Generasi Anti-Bullying, Serda Awaludin Tanamkan Karakter di Pesantren Ramadhan SDN 2 Waru

“Saya tidak keberatan apabila diselesaikan secara baik-baik, termasuk jika ingin membeli lahan tersebut. Namun jika tidak ada kesepakatan, kami siap menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian warga sekitar. Diharapkan, permasalahan dapat segera diselesaikan melalui musyawarah agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *