PURWOREJO, TombakRakyat.com, -Pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Senepo Timur, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menuai sorotan warga. Proyek tersebut diduga menyerobot sebagian lahan milik Aristo, warga yang rumahnya berada tepat di sebelah lokasi pembangunan.
Aristo mengaku terkejut saat proses pembangunan dimulai tanpa adanya pemberitahuan maupun permintaan izin dari pihak pengelola atau yayasan yang bertanggung jawab atas dapur MBG tersebut.
“Awalnya tiba-tiba sudah ada pembangunan. Bahkan ada penempatan tabung gas di pinggir gang yang berbatasan langsung dengan rumah saya,” ungkap Aristo kepada awak media.
Selain persoalan lahan, keluarga Aristo juga mengeluhkan adanya dampak fisik yang ditimbulkan dari aktivitas pembangunan. Salah satu bagian dinding ruang tamu rumah dilaporkan mengalami kerusakan hingga ambrol, yang diduga akibat proses pembangunan di lokasi tersebut.
Pihak keluarga mengaku telah berupaya menyampaikan permasalahan tersebut kepada pengelola dapur MBG. Namun, respons yang diterima dinilai kurang memuaskan dan terkesan tidak menunjukkan tanggung jawab.
“Kami sudah menyampaikan secara baik-baik, tetapi tidak ada tanggapan serius. Kesan yang kami terima seolah tidak ada urusan,” ujar pihak keluarga.
Meski demikian, Aristo menegaskan bahwa dirinya tidak menolak keberadaan dapur MBG selama persoalan lahan dapat diselesaikan secara terbuka dan adil. Ia bahkan membuka peluang apabila pihak terkait bersedia menyelesaikan dengan cara membeli lahan yang dipermasalahkan.
“Saya tidak keberatan apabila diselesaikan secara baik-baik, termasuk jika ingin membeli lahan tersebut. Namun jika tidak ada kesepakatan, kami siap menempuh jalur hukum,” tegasnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian warga sekitar. Diharapkan, permasalahan dapat segera diselesaikan melalui musyawarah agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.












