WONOSOBO ,TOMBAK RAKYAT.COM – Guna mengantisipasi ancaman bencana alam seperti tanah longsor akibat dampak penebangan liar dan pembukaan lahan, sejumlah komunitas bersama penggiat lingkungan di Kabupaten Wonosobo menggelar aksi penghijauan nyata.Langkah konservasi ini difokuskan di kawasan rawan lereng Gunung Sumbing.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026 ini diinisiasi oleh Bagian Perekonomian Setda Wonosobo yang berkolaborasi dengan Komunitas Tanpa Nama, RPB, BPDAS Serayu Opak Progo, Forkopimcam Kalikajar, serta para pegiat lingkungan setempat.
Mereka secara bahu-membahu menanam pohon damar di Jalur Lingkar Sumbing (Jalisu), tepatnya di Dusun Cengklok, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar.
Aksi penghijauan ini dipicu oleh kekhawatiran atas kondisi lereng yang kian kritis akibat pembalakan liar, serta hadirnya infrastruktur jalan baru yang rawan memicu pergeseran tanah jika tidak diimbangi dengan vegetasi yang kuat.

Sebanyak 200 bibit pohon damar disiapkan dalam program ini. Sebagai langkah awal, 25 pohon ditanam secara simbolis, sementara sisanya akan ditanam bertahap pada musim tanam mendatang.
Camat Kalikajar, Hermawan Animoro, menegaskan bahwa penanaman pohon di sepanjang Jalisu ini memiliki fungsi vital untuk konservasi tanah dan air.
Akar pohon damar diharapkan mampu menjadi penahan alami tanah untuk meminimalisasi potensi longsor di titik-titik rawan, sekaligus mengembalikan kelestarian alam yang sempat rusak agar tetap lestari bagi generasi masa depan.












