EKONOMI & BISNIS

D’Papringan Tetap Ramai di Tengah Fluktuasi Dolar, Margin Keuntungan Menurun Namun Pelanggan Tetap Stabil

20
×

D’Papringan Tetap Ramai di Tengah Fluktuasi Dolar, Margin Keuntungan Menurun Namun Pelanggan Tetap Stabil

Sebarkan artikel ini
oppo_0

Purworejo, TombakRakyat.com, Di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat yang berdampak pada kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok, UMKM kuliner D’Papringan di Desa Maron, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, tetap mampu mempertahankan usahanya. Meski biaya belanja modal meningkat, jumlah pelanggan masih relatif stabil.

D’Papringan yang dikelola oleh Yanie menyediakan berbagai menu favorit masyarakat, seperti gorengan, kupat tahu, dan soto. Ketiga menu tersebut masih menjadi pilihan utama pelanggan yang datang setiap hari untuk sarapan, makan siang, maupun sekadar menikmati camilan.

Pemilik D’Papringan, Yanie, mengatakan bahwa dampak kenaikan dolar tidak dirasakan secara langsung terhadap jumlah pengunjung. Namun, kenaikan harga beberapa bahan baku dan kebutuhan usaha membuat margin keuntungan menjadi lebih kecil dibanding sebelumnya.

Baca Juga  PT KAI Ajak Masyarakat Pekalongan Manfaatkan Reduksi Tarif Kereta Api

“Kenaikan dolar tidak terlalu berpengaruh terhadap jumlah pelanggan. Pengunjung dan pelanggan warung masih seperti biasa. Yang terasa adalah harga belanja kebutuhan usaha yang naik, sehingga keuntungan yang diperoleh menjadi sedikit berkurang,” ujar Yanie saat ditemui awak media di warung D’Papringan, Desa Maron, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.

Salah satu Pengunjung D’papringan pada Sabtu 30/05/26

Menurutnya, pelanggan tetap datang karena kebutuhan konsumsi sehari-hari masyarakat tidak banyak berubah. Oleh karena itu, D’Papringan berupaya menjaga kualitas rasa dan pelayanan agar pelanggan tetap merasa puas tanpa harus menaikkan harga secara signifikan.

Baca Juga  PKL Alun-Alun Kendal Terima Bantuan Tenda Baru, Jualan Jadi Lebih Nyaman dan Sejahtera

Ketahanan usaha seperti yang ditunjukkan D’Papringan menjadi gambaran bahwa UMKM kuliner masih memiliki daya tahan yang baik di tengah ketidakpastian ekonomi. Dengan pengelolaan yang bijak dan kedekatan dengan pelanggan, usaha kecil tetap mampu bertahan dan menjadi penopang ekonomi keluarga serta masyarakat sekitar.

Yanie berharap kondisi ekonomi dapat semakin membaik sehingga harga bahan baku kembali stabil dan pelaku UMKM dapat memperoleh margin usaha yang lebih sehat tanpa mengurangi kualitas produk yang ditawarkan kepada konsumen.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan pelaku UMKM dengan memberikan solusi nyata terhadap berbagai tantangan yang kami hadapi, terutama terkait kenaikan harga bahan baku dan penguatan usaha kecil. Dukungan berupa pendampingan, akses permodalan, pelatihan, maupun program pemberdayaan sangat kami harapkan agar UMKM dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambah Yanie.

Baca Juga  DPRD Kota Semarang Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Karakter Tangguh dan Digitalisasi

Tentang D’Papringan

D’Papringan merupakan usaha kuliner milik Yanie yang berlokasi di Desa Maron, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Warung ini dikenal dengan sajian gorengan, kupat tahu, dan soto yang menjadi favorit masyarakat setempat. Meski menghadapi tantangan ekonomi, D’Papringan tetap konsisten melayani pelanggan dan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di wilayah Desa Maron.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *