Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, yang akrab disapa Jokowi, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. Ia menyebutkan strategi “4 P” (Pembinaan, Permodalan, Perizinan, dan Pemasaran) sebagai kunci utama pendampingan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang.
“Kami mendorong Dinas terkait untuk memberikan pelatihan peningkatan SDM agar produk lokal memiliki kualitas yang berdaya saing global,” ujar Jokowi.

Beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam upaya menyejahterakan pelaku UMKM antara lain:
- Revitalisasi Permodalan: DPRD mendorong pengaktifan kembali program “Kredit Wibawa” yang sempat terhenti, guna memberikan suntikan modal lunak berkisar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta bagi usaha kecil.
- Akses Pasar Digital: Pelaku UMKM didorong untuk merambah marketplace dan promosi daring. Menurut Mushonifin dari Forwakot, pemasaran online sangat efektif menjangkau pasar ekspor, terutama bagi sektor kuliner, fashion, dan kerajinan.
- Legalitas dan Sertifikasi Halal: Fasilitasi sertifikasi halal menjadi prioritas agar produk UMKM Semarang memenuhi standar pasar global. Tercatat, sekitar 100 pelaku UMKM telah mendapatkan fasilitasi label halal sebagai syarat menembus ritel modern dan pasar internasional.
Melalui karakter yang tangguh dan adaptasi teknologi, DPRD Kota Semarang optimis UMKM tidak hanya menjadi penyangga ekonomi lokal, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi unit usaha yang mandiri, kompetitif, dan membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat.












