RELIGIEdukasi

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami’ Nurul Mu’minin Patrol Bunder Berlangsung Khidmat

310
×

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami’ Nurul Mu’minin Patrol Bunder Berlangsung Khidmat

Sebarkan artikel ini

Indramayu, TombakRakyat.com — Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami’ Nurul Mu’minin Desa Patrol Bunder, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, menggelar Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 H. Acara dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai dan berlangsung dengan penuh khidmat serta antusiasme jamaah.

Kegiatan keagamaan ini diselenggarakan oleh DKM Masjid Jami’ Nurul Mu’minin Desa Patrol Bunder dengan ketua panitia Ustadz Affandi, bekerja sama dengan Muslimat NU Kecamatan Patrol serta Ansor dan Banser Kecamatan Patrol. Pengamanan acara dipimpin oleh Satkoryon Banser Kecamatan Patrol, Kang Mashudi, selaku koordinator lapangan dan PAM kegiatan.

Peringatan Isra’ Mi’raj ini turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Patrol, Bhabinkamtibmas dan Babinsa (TNI–Polri), perwakilan MUI, serta tamu kehormatan mantan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Indramayu, KH. Syarif Tahmid.

Baca Juga  Hukum Kini Bicara: Pembuli, Penghina, dan Pengancam adalah TIKET PENGADILAN

Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah oleh KH. Abdul Wahab Dasuki Adnan, atau yang akrab disapa Gus Wahab, dai nasional TV One. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan makna dan hikmah terjadinya peristiwa Isra’ dan Mi’raj yang terjadi pada ‘Aamul Huzn (tahun kesedihan) Rasulullah SAW. Dengan gaya penyampaian yang luwes, komunikatif, dan jenaka, Gus Wahab mampu menyampaikan pesan dakwah yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan, baik akademisi maupun masyarakat awam.

Menariknya, ceramah tersebut diselingi lantunan lagu pantura yang relevan dengan tema dakwah, disampaikan dengan suara khas beliau. Metode ini menjadi salah satu cara Gus Wahab dalam mensyiarkan Islam secara santun, menghibur, namun tetap sarat dengan pesan amar ma’ruf nahi munkar. Para hadirin pun merasa nyaman dan tidak terbebani, seolah diajak berdialog penuh keakraban.

Baca Juga  Mediasi di Balai Desa Krimun Kembali Buntu, Korban Tolak Skema Cicilan

Sebagai anggota Komisi Dakwah MUI Pusat, Gus Wahab juga menyampaikan pesan-pesan keluarga, di antaranya pentingnya istri meneladani kesetiaan dan ketaatan Sayyidah Khadijah RA kepada Rasulullah SAW dalam kebaikan dan ketakwaan. Di akhir ceramah, beliau menegaskan bahwa ketika manusia diuji dengan berbagai kesulitan hidup, maka kunci pembukanya adalah memperbanyak sujud di masjid, mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui shalat dan doa. Allah SWT, dengan sifat kasih sayang-Nya, tidak akan menolak permohonan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bermunajat.

Beliau juga menekankan bahwa shalat merupakan oleh-oleh teragung dari peristiwa Isra’ Mi’raj, di mana Rasulullah SAW menerima perintah shalat lima waktu. Isra’ Mi’raj sendiri merupakan perjalanan suci dari masjid ke masjid hingga Sidratul Muntaha, sebagai bukti kemuliaan ibadah shalat dalam kehidupan umat Islam.

Baca Juga  Mukjizat di Usia Senja: Lahirnya Ishaq, Awal Rantai Kenabian

Selain itu, Gus Wahab menganjurkan umat Islam untuk senantiasa menjaga shalat berjamaah. Ia mengingatkan bahwa sebelum mi’raj ke langit, Rasulullah SAW memimpin shalat para nabi dan rasul yang berjumlah 125 ribu, dengan beliau sebagai imam, sehingga Rasulullah dijuluki Imamul Anbiya wal Mursalin. Shalat berjamaah, menurut beliau, bukan hanya ibadah, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, menunaikan hak-hak bertetangga, serta menjadi media rekonsiliasi dan persatuan umat.

Acara peringatan Isra’ Mi’raj ini ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh jamaah dapat mengambil hikmah dan mengamalkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *