RELIGIBERITAEdukasiTECHNOLOGI & PENDIDIKAN

9 Santri Lulus Munaqosah Juz 30, Bukti Mutu Pendidikan Qur’ani di Milad ke-17

158
×

9 Santri Lulus Munaqosah Juz 30, Bukti Mutu Pendidikan Qur’ani di Milad ke-17

Sebarkan artikel ini

BANGKALAN –TombakRakyat.com Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Miftahul Ulum yang berlokasi di Dusun Dangbiqih, Desa Mano’an, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, kembali menorehkan jejak pengabdian di bidang pendidikan Al-Qur’an. Pada Selasa (10/02/2026), lembaga ini menggelar prosesi wisuda santri untuk ke-17 kalinya sejak berdiri.

Sebanyak sembilan santri tingkat TK TPA resmi diwisuda tahun ini, terdiri dari 3 santri putra dan 6 santri putri. Momentum ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan ajang pembuktian kualitas pembelajaran melalui metode munaqosah (ujian publik) yang dilaksanakan secara langsung di hadapan wali santri dan tamu undangan.

Ujian Terbuka : Bukan Sekadar Membaca

Guru Tugas dari PP Najmul Ulum Al Mursyidiyah 01, Ustaz Tohari, menjelaskan bahwa konsep wisuda di LPI Miftahul Ulum berbeda dari kebanyakan lembaga serupa.

“Prosesi wisuda kali ini menarik perhatian karena menggunakan metode munaqosah secara langsung di hadapan para wali santri dan tamu undangan,” ujar Ustaz Tohari.

Dalam ujian tersebut, para santri diuji kemampuan membaca Al-Qur’an dengan kaidah tajwid yang benar menggunakan alat peraga mushaf Al-Qur’an. Tidak hanya itu, santri tahfidz juga menjalani ujian komprehensif Juz 30.

Baca Juga  Kunjungan Ketua Formades Kendal ke Lokasi Budidaya Lele Tanjungmojo

Materi ujian mencakup :

  • Jumlah ayat dalam suatu surah
  • Kandungan atau makna surah
  • Urutan surah sebelum dan sesudahnya
  • Teknik sambung ayat untuk menguji kelancaran hafalan

Teknik sambung ayat menjadi ujian pamungkas yang menunjukkan sejauh mana ketahanan hafalan santri di hadapan publik. Metode ini dinilai efektif untuk membangun rasa percaya diri sekaligus menjaga kualitas hafalan secara berkelanjutan.

Pendidikan Qur’ani di Tengah Tantangan Global

Dalam sambutannya, Ustaz Tohari menekankan bahwa pendidikan Al-Qur’an tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca dan menghafal. Ia menyoroti pentingnya pembentukan karakter dan keteguhan prinsip di tengah arus globalisasi.

“Harapan besar kami bagi anak-anak di LPI Miftahul Ulum Dangbiqih Mano’an adalah agar mereka mampu berpikir kritis dan memiliki prinsip yang kuat. Di era global yang semakin mengancam nilai-nilai kehidupan ini, mereka harus tahu cara untuk tetap teguh berdiri di atas ajaran Al-Qur’an,” tegasnya.

Baca Juga  Pemerintah Siaga Bencana Sumatera,Menkeu Purbaya Siapkan Rp 1,6 T: kemenkes dan Kemensos Siap Jalankan Mandat

Pesan tersebut sejalan dengan visi lembaga untuk mencetak generasi yang tidak hanya religius, tetapi juga tangguh secara mental dan intelektual.

Apresiasi Alumni : Bukti Konsistensi 17 Tahun

Wisuda ke-17 ini juga mendapat perhatian dari Ma’ruf, salah satu alumni LPI Miftahul Ulum. Ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi lembaga dalam menjaga mutu pendidikan agama di wilayah pelosok Bangkalan.

“Sebagai alumni, saya bangga melihat Miftahul Ulum tetap teguh hingga wisuda ke-17. Ini bukan sekadar angka, tapi bukti pengabdian tanpa henti dalam menjaga moral generasi muda di Desa Mano’an,” ungkap Ma’ruf.

Ia juga menawarkan gagasan strategis untuk pengembangan lembaga ke depan. Menurutnya, penguatan spiritual perlu diiringi dengan adaptasi intelektual agar santri mampu menghadapi derasnya arus informasi digital.

“Solusinya adalah integrasi. Santri tidak hanya kita dorong untuk hafal Al-Qur’an, tapi juga dibekali kemampuan memfilter informasi digital dengan akhlak. Kita perlu menerapkan metode belajar yang memancing anak untuk bertanya ‘mengapa’, sehingga mereka memiliki prinsip yang kuat dan tidak mudah terbawa arus negatif zaman,” pungkasnya.

Baca Juga  MBG di Bawah Sorotan Penegakan Hukum

Dari Dangbiqih untuk Masa Depan Bangkalan

Milad wisuda ke-17 LPI Miftahul Ulum menjadi penanda bahwa pendidikan berkualitas tidak selalu lahir dari kota besar. Di Dusun Dangbiqih, lembaga ini terus membuktikan bahwa komitmen, konsistensi, dan metode pembelajaran yang terukur mampu melahirkan generasi Qur’ani yang percaya diri dan berintegritas.

Kini, pertanyaannya: bagaimana sistem pembelajaran harian di LPI Miftahul Ulum sehingga mampu mempertahankan kualitas selama 17 tahun? Metode apa yang diterapkan dalam membina hafalan dan karakter santri sejak usia dini?

Bagi masyarakat yang ingin melihat langsung model pendidikan Qur’ani berbasis munaqosah publik ini, LPI Miftahul Ulum Dangbiqih Mano’an layak menjadi rujukan sekaligus inspirasi pengembangan pendidikan Islam di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *