JAKARTA, TOMBAKRAKAYAT.com — Aksi mahasiswa yang direncanakan berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026), tidak berjalan sesuai jadwal yang telah diumumkan sebelumnya. Berdasarkan pantauan Tombakrakyat.com sejak pukul 11.00 WIB di lokasi, hingga pukul 13.30 WIB belum terlihat adanya konsentrasi massa mahasiswa di kawasan Bundaran HI meskipun aksi dijadwalkan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB setelah salat Jumat.
Kondisi tersebut sempat menimbulkan pertanyaan publik mengenai keberadaan massa aksi. Namun berdasarkan informasi yang diterima Tombakrakyat.com dari Ketua BEM UI, Yathalatof Ma’shum Imawan (Atof), keterlambatan kedatangan massa terjadi karena adanya penyekatan di sejumlah titik menuju lokasi aksi.
“Mahasiswa diblokade di berbagai tempat menuju HI,” ujar Athof.
Menurutnya, massa mahasiswa yang bergerak dari berbagai kampus mengalami hambatan saat menuju pusat aksi. Setelah beberapa jam tertahan, pada pukul 15.32 WIB mahasiswa dilaporkan berhasil mencapai Jalan Jenderal Sudirman dari arah Semanggi menuju Bundaran HI. Namun pergerakan mereka kembali terhenti setelah mendapat blokade di depan Gedung UOB Plaza.
Akibat penyekatan tersebut, massa belum dapat mencapai titik utama aksi di Bundaran HI sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya.

Lima Tuntutan Mahasiswa
Aksi yang digelar oleh elemen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini membawa lima tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah pusat.
Pertama, mahasiswa meminta pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta mengutamakan penggunaan anggaran yang dinilai lebih berpihak kepada kebutuhan rakyat.
Kedua, mahasiswa menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin membebani masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Ketiga, massa aksi mendesak pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Menurut mahasiswa, program-program tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh terkait efektivitas, prioritas anggaran, serta dampaknya terhadap kondisi keuangan negara.
Keempat, mahasiswa menuntut dihentikannya praktik militerisme di ranah sipil. Mereka menilai perlu ada penegasan batas antara fungsi pertahanan negara dan urusan sipil agar prinsip demokrasi tetap terjaga.
Kelima, mahasiswa meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui berbagai kesalahan pemerintah atas persoalan yang terjadi di berbagai sektor, serta memberikan langkah penyelesaian yang konkret dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Pengamanan Ketat
Sementara itu, aparat keamanan telah melakukan pengamanan di sejumlah titik strategis di Jakarta Pusat sejak pagi hari. Sejumlah ruas jalan menuju kawasan Bundaran HI terpantau dijaga aparat untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kemacetan lalu lintas akibat aksi demonstrasi.
Hingga berita ini diturunkan, massa mahasiswa masih berada di sekitar Jalan Sudirman dan belum berhasil mencapai titik aksi utama di Bundaran HI. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tudingan mahasiswa mengenai adanya blokade atau penyekatan yang menghambat pergerakan massa menuju lokasi demonstrasi.
Tombakrakyat.com akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan menyampaikan informasi terbaru seiring perkembangan aksi yang berlangsung di ibu kota.












