JAKARTA ,TOMBAK RAKYAT.COM – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi memberikan penghargaan kepada lima tokoh kiai yang dinilai berjasa besar dalam mengembangkan dakwah Islam sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan, Pancasila, dan cinta Tanah Air.
Penganugerahan ini diserahkan langsung dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Penghargaan simbolis tersebut diserahkan oleh Plt Ketua Dewan Syuro DPP PKB, KH Manarul Hidayah, didampingi oleh Sekjen DPP PKB, M Hasanuddin Wahid.
Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyatakan bahwa kelima tokoh yang menerima penghargaan merupakan ulama yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri untuk pendidikan pesantren, dakwah Islam, serta penguatan persatuan bangsa.
Cucun menegaskan penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan PKB kepada para kiai yang konsisten mengajarkan nilai-nilai Islam yang berpadu dengan semangat kebangsaan.

“Penghargaan PKB ini kami persembahkan kepada para kiai yang berdakwah menanamkan nilai-nilai keislaman dalam satu tarikan nafas yang menyatu dengan nasionalisme, Pancasila, dan cinta Tanah Air, menggunakan bahasa rakyat yang mudah dipahami oleh umat,” ujar Cucun dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Cucun, para kiai tersebut telah menunjukkan bahwa kecintaan kepada Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengamalan ajaran Islam.
Berikut adalah lima tokoh ulama kharismatik yang menerima penghargaan pada Harlah ke-28 PKB:
- KH Sahal Mahfudh (diwakili oleh putranya, Gus Abdul Ghoffar Rozin)
Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati, Jawa Tengah, sekaligus Rais Aam PBNU periode 1999-2014. Beliau dikenal aktif membawa pesan keislaman yang menyatu dengan nasionalisme. - KH Hasyim Muzadi (diwakili oleh putranya, Gus Yusron Hasyim Muzadi)
Pengasuh Ponpes Al Hikam dan Ketua Umum PBNU periode 2000-2010. Sosok intelektual yang konsisten menyebarkan nilai Islam moderat dan Pancasila hingga ke forum internasional. - KH Imron Hamzah (diwakili oleh istri beliau)
Mubalig dan orator berkarisma tinggi yang pernah menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Timur serta anggota MPR RI periode 1987-1997. - KH Ahmad Faqih (diwakili oleh putranya, KH Mali Murtadlo, Lc)
Pengasuh Ponpes Al-Musri, Cianjur. Kiai pejuang yang mendedikasikan hidupnya untuk kemerdekaan Indonesia dan sempat ditahan oleh tentara Jepang dalam perjuangan bersama KH Zainal Mustofa. - KH Bukhori Masruri (diwakili oleh putranya, Gus Farham Fuad)
Ulama, seniman, dan budayawan yang pernah menjabat Ketua PWNU Jawa Tengah periode 1985-1995. Beliau merupakan pencipta lagu legendaris ‘Perdamaian’ yang dipopulerkan oleh grup Bimbo.
Melalui penghargaan ini, PKB menegaskan upayanya untuk terus merawat warisan perjuangan para ulama dan pesantren yang telah meletakkan fondasi kuat bagi kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara di Indonesia.












