TOMBAKRAKYAT.COM — BANDUNGAN – Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, menekankan bahwa kehadiran Koperasi Desa/Kota Merah Putih (KDKMP) harus menjadi angin segar bagi ekonomi arus bawah. Dalam pembukaan Bimtek Pengelolaan KDKMP di Hotel Griya Persada, pada hari Rabu (17/12/25) malam, Bupati berpesan agar pengurus koperasi profesional dan sinergis dengan pelaku usaha lokal.
“Keberadaan KDKMP jangan sampai mematikan usaha pedagang atau warung yang sudah ada di desa. Justru harus memberi nilai lebih untuk kesejahteraan mereka,” tegas Ngesti di hadapan ratusan Kepala Desa dan perangkat desa se- Kabupaten Semarang. Program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif di tiap desa.

Sementara itu, Ketua Hamong ProJo Kabupaten Semarang Samsudin, S.H. mengatakan bahwa bimbingan teknis ini dilaksanakan selama dua hari yakni Rabu-Kamis (17-18/12/2025) untuk mendukung program Pemerintah Pusat yaitu Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan untuk menyamakan persepsi terkait dengan pembangunan gerai KDKMP di Kabupaten Semarang.
“Yang jelas, dengan digelarnya bimbingan teknis ini, ke depannya pengelolaan KDKMP dapat berjalan dengan baik dan sesuai regulasi yang ada. Selain itu, dengan dihadirkannya narasumber dari Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Koperasi, Kementrian Desa, dan juga Kementrian Keuangan maka peserta bimtek dapat benar-benar mengerti dan memahami akan keberadaan KDKMP,” jelas Samsudin , yang juga Kepala Desa (Kades) Sendang, Kecamatan Bringin.












