SOCIAL & BUDAYASPOT NEWS

Komitmen Lestarikan Budaya dan Kesenian Lokal di Malam Pergantian Tahun 2026

351
×

Komitmen Lestarikan Budaya dan Kesenian Lokal di Malam Pergantian Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

GROBOGAN, TOMBAKRAKYAT.com ~ Rabu (31/12/2025): Pendopo Sanggar Rumah Budaya Kumolosari yang berlokasi di Desa Pulutan, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, nampak dipadati pengunjung yang akan menghabiskan malam tahun baru dengan menyaksikan pentas seni budaya tradisional, karawitan dan seni tari. Sanggar Rumah Budaya Kumolosari memiliki 100 anggota dari berbagai kelompok kesenian; Seni Tari, Karawitan dan Ketoprak yang anggotanya dari kelompok ibu-ibu dan anak-anak. Sanggar ini telah berkiprah dalam memelihara dan mengembangkan budaya lokal sejak tahun 2015, dengan berbagai kegiatan pelatihan rutin setiap hari Sabtu dan Minggu.

Baca Juga  Akselerasi Kesejahteraan, BAZNAS Jateng Salurkan Bantuan Modal Usaha Rp378 Juta di Kendal

 

Dengan mengambil tema “Karawitan: Harmoni Budaya Mengajarkan Keseimbangan Antara Rasa, Irama, dan Kebersamaan” Pagelaran malam ini dimulai selepas Isya hingga bergulirnya pergantian tahun, tepat jam 00:00, 1 Januari 2026. Tahapan pertunjukan dibuka dengan seni tari tradisional yang diperagakan oleh anak-anak diiringi karawitan oleh ibu-ibu. “Acara ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana seni karawitan sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya daerah mampu menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai lapisan masyarakat melalui nada yang menyatu dan gerakan yang penuh makna” ujar Suparnyo, pimpinan Sanggar Budaya Kumolosari.

Baca Juga  Pererat Silaturahmi, Ratusan Kader NU Ringinarum Hadiri Halal Bi Halal dan Pertemuan Dwi Bulanan di Kedungasri

Selain pertunjukan, sanggar juga menyediakan berbagai stand kecil yang menjual jajanan dan makanan khas daerah yang semuanya dikelola oleh masyarakat sekitar. Pengunjung yang datang tidak hanya dari Desa Pulutan dan sekitarnya, tetapi juga dari luar daerah, beberapa di antaranya mengaku sengaja datang untuk merayakan pergantian tahun dengan suasana budaya yang khas, berbeda dengan perayaan malam tahun baru yang biasanya penuh dengan kembang api dan musik modern.

Baca Juga  Demokrasi Tanpa Sertifikat: Ketika Hak Warga Terganjal Alas Hak Tanah

 

“Kami berharap acara seperti ini dapat terus berlanjut setiap tahun dan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya daerah mereka sendiri,” tutup Suparnyo.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *