BERITANASIONALSPOT NEWS

Rais Aam PBNU: Muktamar ke-35 NU Direncanakan 1-5 Agustus 2026, Lokasi Masih Menunggu Musyawarah

93
×

Rais Aam PBNU: Muktamar ke-35 NU Direncanakan 1-5 Agustus 2026, Lokasi Masih Menunggu Musyawarah

Sebarkan artikel ini

TUBAN,TOMBAK RAKYAT.COM – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Achyar, secara resmi menyampaikan rencana jadwal pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Dalam penutupan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jawa Timur yang berlangsung di Pesantren Sunan Bejagung 2, Tuban, Minggu (12/4/2026), beliau mengharapkan hajatan besar lima tahunan tersebut dapat digelar pada tanggal 1-5 Agustus 2026.

Menurut Kiai Miftah, pemilihan waktu di awal Agustus merupakan bagian dari siklus tradisi Muktamar, sebagaimana yang pernah dilakukan pada Muktamar sebelumnya di Jombang.

Baca Juga  Satres Narkoba Polresta Cirebon Amankan Pengedar Obat Keras di Kecamatan Sedong

Meski tanggal pelaksanaan sudah diusulkan, Kiai Miftah menegaskan bahwa lokasi atau tempat pelaksanaan Muktamar hingga kini belum ditentukan secara pasti.

Ia menjelaskan bahwa penentuan lokasi masih akan diputuskan melalui mekanisme rapat dan musyawarah lebih lanjut di tingkat organisasi.

Foto :Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Achyar, secara resmi menyampaikan rencana jadwal pelaksanaan Muktamar ke-35 NU Dalam penutupan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jawa Timur yang berlangsung di Pesantren Sunan Bejagung 2, Tuban, Minggu (12/4/2026)

“Soal tempat, kita rapatkan dulu,” ujar Kiai Miftah. Beliau menyebutkan beberapa opsi yang muncul, mulai dari kota-kota besar seperti Surabaya dan Jakarta, hingga beberapa pondok pesantren yang telah menyatakan kesiapannya, seperti Pesantren Walisongo di Situbondo, pesantren di NTB, hingga usulan dari Sumatera Barat.

Baca Juga  Headline: Pajak Kendaraan di Jateng Melonjak hingga 66%, Warga Kaget dan Menjerit Keberatan

Dalam arahannya, Rais Aam juga menekankan pentingnya menjaga marwah pesantren sebagai akar sejarah berdirinya NU. Beliau mengingatkan warga Nahdliyin untuk kembali pada semangat Qonun Asasi dan memperkuat peran Syuriyah sebagai pimpinan tertinggi dalam struktur organisasi.

Senada dengan hal tersebut, jajaran PWNU Jawa Timur menyatakan dukungan penuh untuk menyukseskan Muktamar 2026 dan menegaskan bahwa terkait kepastian tempat dan tanggal final, seluruh pihak akan mengikuti keputusan dan kebijakan Rais Aam PBNU.

Baca Juga  Tegas Berantas Peredaran Narkoba Polresta Cirebon Amankan Pengedar Sabu di Losari

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *