DAERAHEKONOMI & BISNIS

UMKM Rakyat Dipaksa Bertahan Sendiri, Pelatihan TikTok Gratis Ini Jadi Jalan Naik Kelas di Soloraya

761
×

UMKM Rakyat Dipaksa Bertahan Sendiri, Pelatihan TikTok Gratis Ini Jadi Jalan Naik Kelas di Soloraya

Sebarkan artikel ini

KARANGANYAR, TOMBAKRAKYAT.com – Di tengah minimnya pendampingan nyata dan program formal yang sering tak menyentuh kebutuhan lapangan, UMKM rakyat di Soloraya kembali membuktikan bahwa solidaritas dan pengetahuan praktis jauh lebih dibutuhkan dibanding sekadar jargon bantuan.

Puluhan pelaku UMKM dari Karanganyar, Dragon, Klaten, Sukoharjo, Kota Solo, dan Boyolali mengikuti Pelatihan TikTok Gratis untuk UMKM se-Soloraya yang digelar pada Jumat malam, (9/1/2026), di Warung Makan Bebek H. Aris, Tasikmadu, Karanganyar.

 

Pelatihan ini dipandu langsung oleh Kang Arif Sanyoto, Master of Viral Business sekaligus kreator TikTok @lumpiasortalok, bersama timnya. Kegiatan ini menjadi ruang belajar alternatif bagi UMKM rakyat yang selama ini lebih sering dituntut adaptif, namun jarang benar-benar didampingi.

Baca Juga  FORMADES Gandeng DIGIDES : Dorong Transformasi Digital Desa di Kendal

Peserta berasal dari beragam sektor usaha rakyat, mulai dari pedagang sayur keliling, penjual ayam potong, hingga UMKM kuliner seperti es teler dan makanan rumahan. Mereka mendapatkan materi praktis tentang cara memanfaatkan TikTok sebagai etalase gratis, membangun cerita produk, hingga strategi konten agar menjangkau pasar yang lebih luas.

“Selama ini kami disuruh go digital, tapi tidak pernah diajari secara sederhana. Di sini baru paham, ternyata jualan bisa dimulai dari HP sendiri,” ungkap Sutrisno, pedagang ayam potong asal Sukoharjo.

 

Kang Arif Sanyoto menegaskan bahwa persoalan utama UMKM bukan pada kualitas produk, melainkan ketimpangan akses pengetahuan dan pendampingan.

Baca Juga  Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi: Figur Santri yang Mengayomi Masyarakat dalam Harmoni Umaro dan Ulama

“UMKM rakyat itu kuat di produksi, tapi sering dibiarkan belajar sendiri soal pemasaran digital. Padahal kalau didampingi dengan benar, mereka bisa bersaing tanpa harus keluar biaya besar,” tegas Kang Arif.

 

Yang membedakan pelatihan ini dengan kegiatan seremonial lainnya, Kang Arif memastikan adanya pendampingan lanjutan secara gratis, agar UMKM tidak berhenti pada euforia pelatihan satu malam.

“Kami tidak mau UMKM hanya datang, foto, lalu pulang bingung. Pendampingan itu kunci,” tambahnya.

 

Salah satu peserta lain, Sulastri, penjual es teler dari Karanganyar, mengaku baru kali ini merasa program benar-benar menyentuh kebutuhannya.

Baca Juga  Polres Kendal dan Pemkab Canangkan Zona Integritas Jelang Ramadhan 2026

“Biasanya pelatihan itu ribet dan bahas teori. Ini langsung praktik, langsung ngerti. Harapannya bisa nambah pembeli,” katanya.

Pelatihan ini rencananya akan digelar secara berkelanjutan, sebagai bentuk gerakan mandiri untuk memperkuat UMKM rakyat di tengah lemahnya ekosistem pendampingan struktural.

 

Di saat UMKM kerap dijadikan jargon pembangunan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa yang dibutuhkan UMKM rakyat bukan sekadar program, melainkan akses pengetahuan yang membumi dan konsisten.

Jika ingin UMKM benar-benar naik kelas, maka pendampingan nyata harus menjadi prioritas, bukan pelengkap.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *