DAERAHHIBURAN & WISATAWarta Desa

Lima Pantai di Desa Sendang Sikucing Berlomba Rebut Perhatian Wisatawan Lewat Baliho Besar

361
×

Lima Pantai di Desa Sendang Sikucing Berlomba Rebut Perhatian Wisatawan Lewat Baliho Besar

Sebarkan artikel ini

KENDAL, TOMBAKRAKYAT.com —
Desa Sendang Sikucing memiliki potensi wisata pantai yang luar biasa, dengan sejumlah destinasi menarik yang siap untuk dikembangkan dan dikenal lebih luas oleh masyarakat. Berbagai pantai yang ada di wilayah ini tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau, tetapi juga menunjukkan keragaman model pengelolaan yang menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola sumber daya wisata lokal.

Kini desa Sendang Sikucing kian menunjukkan geliat kebangkitan wisata lokal. Lima destinasi pantai yang berada di wilayah desa ini kini berlomba menarik perhatian wisatawan dengan memasang baliho-baliho besar di jalur strategis menuju kawasan pesisir. Upaya ini menjadi penanda hidupnya kembali semangat pengelolaan potensi wisata berbasis desa.

Baca Juga  Jejak Kesadaran Wisata Pantai Sendang Asih: Dari Putra Daerah untuk Desanya
Baliho Iklan Wisata di tikungan RM. Kendedes, Sendang Sikucing
Baliho Iklan Wisata di tikungan RM. Kendedes, Sendang Sikucing

Kelima pantai tersebut yakni Pantai Indah Sendang Sikucing, Pantai Sendang Sikucing, Pantai Cahaya, Pantai Sendang Asih, dan Pantai Manis. Masing-masing pantai hadir dengan karakter dan model pengelolaan yang berbeda, mulai dari yang dikelola pemerintah daerah, investor swasta, hingga swadaya masyarakat desa.

Pantai Sendang Sikucing dikelola oleh pemerintah daerah dan menjadi ikon awal wisata pesisir di desa tersebut. BUMDes pun membangun dan mengelola Pantai Indah Sendang Sikucing, bersebelahan dengan PSS. Sementara itu, Pantai Cahaya berkembang pesat dengan konsep wisata keluarga dan edukasi satwa, dikelola oleh investor swasta dengan fasilitas yang relatif lengkap. Berbeda dengan tiga pantai tersebut, Pantai Sendang Asih dan Pantai Manis justru tumbuh dari inisiatif warga, dikelola perorangan dengan melibatkan warga sekitar, kedua pantai ini menawarkan suasana alami, harga terjangkau, serta pengalaman wisata yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir.

Baca Juga  Kuswanto, Petani Desa yang Sukses Bangun Usaha Bibit Durian dari Nol
Baliho menuju Pantai Sendang Asih dan Pantai Manis
Baliho menuju Pantai Sendang Asih dan Pantai Manis

Pemasangan baliho besar di sejumlah titik jalan utama bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga mencerminkan persaingan sehat antar pengelola wisata. Setiap pantai berlomba menampilkan identitas, keunggulan, dan daya tarik masing-masing demi merebut minat wisatawan lokal maupun luar daerah.
“Ini bukti bahwa potensi desa kalau diberi ruang bisa tumbuh dengan caranya sendiri. Warga tidak hanya menunggu bantuan, tapi berani berkreasi,” ujar Kepala Desa Sikucing, Haryoso Budi Utomo.

Baca Juga  Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk di Weleri Tetap Meriah Meski Diguyur Hujan Deras
Pantai Sendang Sikucing dan Pantai Indah Sendang Sikucing
Pantai Sendang Sikucing dan Pantai Indah Sendang Sikucing

Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa wisata desa tidak selalu harus seragam. Justru keberagaman model pengelolaan—antara pemerintah, swasta, dan masyarakat—menjadi kekuatan tersendiri bagi Desa Sendang Sikucing dalam membangun ekosistem wisata yang hidup dan dinamis.

 

Dengan meningkatnya kunjungan wisata, desa berharap dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga, mulai dari pelaku UMKM, nelayan, hingga generasi muda desa.

Jika dikelola dengan kolaborasi dan tata kelola yang adil, persaingan promosi ini bukan sekadar rebutan baliho, melainkan langkah nyata menghidupkan masa depan wisata lokal berbasis desa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *