Tombak Rakyat.com – Jakarta – Kemendagri: Harga di daerah terdampak bencana turun signifikan! Pemerintah berhasil kendalikan inflasi berkat kerja keras.Rabu (28/1/2026)
OkIndeks Perkembangan Harga (IPH) di tiga provinsi terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut), menunjukkan penurunan signifikan pada minggu ketiga Januari 2026. Hal ini merupakan hasil kerja keras pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga pasokan barang kebutuhan pokok.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa sebelumnya ketiga provinsi tersebut sempat mengalami kenaikan IPH dan termasuk daerah dengan angka inflasi tertinggi pada Desember 2025 akibat terganggunya distribusi barang dan komoditas pangan.
“Daerah-daerah terdampak tadinya mengalami inflasi tinggi. Dengan kerja keras yang luar biasa dari pemerintah, terutama Bulog dan Badan Pangan, ditambah dengan pemerintah daerah masing-masing, inflasi di daerah bencana dapat diatasi,” ujar Mendagri dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Jakarta, pada Selasa (27/1/2026).
Mendagri menjelaskan, kenaikan IPH pada Desember 2025 disebabkan oleh terputusnya akses jalan dan jembatan, serta rusaknya sejumlah pasar. Pemerintah segera melakukan percepatan distribusi melalui berbagai jalur, termasuk pengiriman suplai minyak goreng dan beras melalui udara dengan helikopter dan Hercules.
Dukungan infrastruktur bandara di sejumlah wilayah Aceh dan Sumut, termasuk Bandara Rembele di Bener Meriah serta bandara di wilayah Nias, turut mempercepat distribusi logistik.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari 2026 hanya tersisa beberapa daerah yang masih mencatat kenaikan IPH, yaitu Kabupaten Bener Meriah dan Kota Langsa di Aceh, Kabupaten Nias Selatan di Sumut, serta Kabupaten Tanah Datar dan Pasaman di Sumbar. Sebagian besar kabupaten/kota lainnya telah mengalami penurunan harga.
Seluruh jalan nasional di tiga provinsi terdampak kini telah berfungsi kembali, sehingga arus distribusi logistik antardaerah dapat berjalan normal. Aktivitas pasar juga menunjukkan progres positif, di mana seluruh pasar di Provinsi Sumut dan Sumbar telah beroperasi 100 persen, sementara di Provinsi Aceh sebanyak 73 dari total 112 pasar telah kembali beroperasi.
Mendagri menegaskan bahwa capaian ini tidak terlepas dari kerja sama lintas kementerian dan lembaga serta dukungan pemerintah daerah dalam membuka kembali akses distribusi pascabencana. Ia berharap stabilitas harga di wilayah terdampak dapat terus terjaga seiring pemulihan infrastruktur dan normalisasi aktivitas ekonomi masyarakat.
(Desi/ Kemendagri)












