Tombak Rakyat.com – Jakarta – Bulog dan Kemenhaj jajaki ekspor beras premium untuk jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Peluang baru bagi petani nasional.Rabu ( 28/1/2026)
Perum Bulog menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjajaki peluang ekspor beras premium untuk jamaah haji dan umroh Indonesia di Arab Saudi. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi antara Bulog, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), serta Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta.

Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa Bulog siap memaksimalkan penyusunan dan penyiapan stok beras nasional sesuai kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia, sekaligus membuka peluang ekspor ke pasar internasional seperti Arab Saudi. Bulog juga menjamin kualitas beras premium yang disiapkan sesuai standar ketentuan konsumsi haji.
“Bulog pada prinsipnya siap mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam penyediaan beras berkualitas untuk konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Dari sisi stok dan sistem logistik, Bulog memiliki pengalaman dan infrastruktur yang memadai,” ujar Ahmad Rizal.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Jaenal Effendi, menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menguatkan kemandirian pangan penyelenggaraan haji dan sekaligus menyiapkan peluang ekspor.
“Pemenuhan konsumsi jemaah haji memerlukan sinergi yang kuat dengan kementerian dan lembaga terkait agar kebijakan yang disusun selaras dan rantai pasok pangan haji dapat diperkuat,” kata Jaenal.
Diproyeksikan, kebutuhan beras untuk musim haji 1447 H/2026 M mencapai hampir 4 ribu ton untuk lebih dari 205.000 jemaah dan petugas haji. Bulog akan menghitung kebutuhan total dan menyiapkan pasokan, termasuk beras premium dengan tingkat pecahan maksimal 5 persen.
Sementara itu, Kementerian Pertanian menyatakan dukungannya dari sisi kebijakan dan regulasi untuk memperlancar proses ekspor beras nasional ke Arab Saudi, termasuk fasilitasi perizinan dan persyaratan teknis.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dan konsumsi jemaah haji, tetapi juga memberi peluang baru bagi pelaku usaha dan petani nasional untuk memasuki pasar ekspor beras.
(Desi/Blg)












