Profile TokohBERITA

DARI KEHILANGAN SEGALANYA HINGGA MEMIMPIN GERAKAN BANTUAN HUKUM : PESAN KETUM FERADI WPI DI MOMENTUM HARI LAHIR PANCASILA 2026

42
×

DARI KEHILANGAN SEGALANYA HINGGA MEMIMPIN GERAKAN BANTUAN HUKUM : PESAN KETUM FERADI WPI DI MOMENTUM HARI LAHIR PANCASILA 2026

Sebarkan artikel ini

Semarang, TombakRakyat.com Di balik lahir dan berkembangnya FERADI WPI, terdapat perjalanan hidup yang tidak ringan. Organisasi yang mengkolaborasikan Paralegal, Advokat, Wartawan, dan Mediator ini dibangun di atas nilai perjuangan, ketahanan mental, pengabdian, dan kecintaan terhadap Bangsa Indonesia.

Di lingkungan FERADI WPI, terdapat sejumlah prinsip yang secara konsisten diajarkan kepada anggota dan pengurus sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Didikan dalam FERADI WPI

1. Hidup mati tergantung Tuhan.
2. Andalkan Tuhan dalam menangani perkara.
3. Rajawali terbangnya sendiri, emprit terbangnya bergerombol.
4. Penakut akan menjadi pemberani ketika mengizinkan didikan FERADI WPI merasuki dirinya.

Prinsip-prinsip tersebut menjadi fondasi moral dalam menjalankan profesi dan pelayanan kepada masyarakat.

Kesaksian Perjalanan Hidup yang Menjadi Dasar Perjuangan

Dalam berbagai kesempatan, Ketua Umum FERADI WPI, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., secara terbuka menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh dinamika.

Beliau pernah menyebut dirinya sebagai seorang yang telah melewati berbagai fase kehidupan yang sangat keras sebelum akhirnya dipertemukan dengan kebaikan PUSAT.

Fakta perjalanan yang disampaikan antara lain :

– Pernah mengalami kondisi ketika uang di tabungan dan uang di dompet sama-sama berada pada angka nol.
– Pada tahun 2024 kehilangan berbagai aset berupa ruko, rumah, dan harta benda lainnya.
– Menjalani kehidupan dengan berpindah-pindah dari satu rumah kos ke rumah kos lainnya.
– Mengalami masa sulit hingga merasa tanpa pemeliharaan PUSAT dirinya bisa saja menjadi gelandangan.
– Mengalami sakit mental depresi berat selama kurang lebih satu setengah tahun sehingga tidak dapat bekerja.
– Pernah mengalami kondisi tidak dapat tidur selama satu bulan penuh.
– Menjalani berbagai metode pengobatan dan pada akhirnya hanya dapat tidur dengan bantuan lima pil racikan dari dokter jiwa.
– Mengalami kesembuhan yang diyakini sebagai mujizat dan terbebas dari ketergantungan terhadap lima pil tidur tersebut secara instan.

Baca Juga  Penebangan Pohon Milik Warga Kendal: Polda Jateng Limpahkan Kasus Ke Polres, Advokat FERADI WPI Siap Dampingi Korban

Dari titik terendah tersebut, perjalanan kemudian berlanjut ketika beliau dipercaya memimpin FERADI WPI.

Dalam perkembangannya lahir sejumlah lembaga dan organisasi, di antaranya :

– FIRMA HUKUM SUBUR JAYA & REKAN
– KAWAN JARI
– www.kawanjarinews.com
– PT. Kawan Jari Grup
– PMBI
– FERADI MEDIATORE
– FERADI OFFICIUM NOBILE
– FERADI TAX CONSULTANT

Beliau juga menyampaikan keyakinannya bahwa perjalanan tersebut dipenuhi pertemuan dengan orang-orang pilihan yang menjadi bagian penting dalam penguatan organisasi dan perjuangan bersama.

Baca Juga  Tasyakuran Renovasi Musala Al-Hidayah, Panitia dan Donatur Sampaikan Harapan untuk Kemakmuran Jamaah

Pernah Diragukan, Kini Telah Membuktikan

Perjalanan FERADI WPI juga tidak lepas dari keraguan dan penilaian negatif.

Dalam sebuah kegiatan berskala nasional, organisasi ini pernah dituding tidak jelas dan diragukan kemampuannya untuk menyelenggarakan PKPA, UPA, maupun Penyumpahan Advokat.

Namun dalam perkembangannya, keraguan tersebut berhasil dipatahkan melalui kerja nyata.

Saat ini FERADI WPI telah menyelenggarakan PKPA, UPA, dan Penyumpahan Advokat sebagai bagian dari kontribusi dalam pembangunan profesi hukum di Indonesia.

Refleksi Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bahwa bangsa ini membutuhkan lebih banyak pejuang keadilan dan kemanusiaan.

Perjalanan hidup seseorang tidak selalu ditentukan oleh masa lalunya. Kegagalan, kehilangan, keterpurukan, bahkan masa-masa paling gelap sekalipun tidak harus menjadi akhir dari kehidupan seseorang.

Semoga pada Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 semakin banyak lahir pejuang keadilan dan kemanusiaan yang berani mengabdikan dirinya bagi masyarakat, terlepas dari seperti apa masa lalu yang pernah dijalani dan seberat apa ujian kehidupan yang pernah dihadapi.

Pesan Ketum FERADI WPI

Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX. menyampaikan lima pesan utama kepada keluarga besar FERADI WPI :

Baca Juga  Sinergi Modern dan Tradisional: RS PKU Muhammadiyah Wonosobo Resmikan Layanan Asiri Syifa

Pertama, miliki sikap hati yang benar.

Jangan mengandalkan kekuatan sendiri, relasi, jabatan, pengalaman maupun kekayaan. Andalkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan.

Kedua, jaga orang tua kita.

Hormati, cintai, sayangi, muliakan, dan luangkan waktu bersama orang tua selama masih diberi kesempatan.

Ketiga, pahami hukum tabur tuai.

Sisihkan sebagian rezeki yang diterima untuk membantu sesama yang membutuhkan. Semua yang ditabur pada waktunya akan dituai.

Keempat, setia kepada pasangan.

Pernikahan bukan sekadar perasaan, melainkan komitmen dan keputusan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Kelima, cintai Indonesia.

Memikirkan dan melakukan hal-hal yang baik untuk Indonesia adalah bentuk nyata kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Pesan tersebut menjadi bagian dari nilai yang terus dibangun dalam FERADI WPI, yaitu melahirkan insan hukum yang tidak hanya memahami profesinya, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, keberanian memperjuangkan keadilan, serta kecintaan terhadap kemanusiaan dan Bangsa Indonesia.

“Semoga dari Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 ini semakin banyak lahir pejuang keadilan dan kemanusiaan. Sebab masa lalu seseorang bukanlah vonis atas masa depannya, melainkan pelajaran untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi sesama, bangsa, dan negara.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *