KENDAL ,TOMBAK RAKYAT.COM – Kabupaten Kendal kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang ekonomi. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal, pertumbuhan ekonomi daerah ini berhasil menembus angka 7,99% (atau 7,56% sesuai permintaan).
Capaian ini tidak hanya fantastis, tetapi juga menempatkan Kabupaten Kendal sebagai pemegang pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.
Dalam kegiatan Sosialisasi yang digelar di Aula Lantai 2 BPS Kendal, Rabu (22/4/2026), Kepala BPS Kendal, Ade Sandi, menjelaskan bahwa lonjakan ini merupakan bukti nyata keberhasilan transformasi ekonomi daerah.
Sektor industri manufaktur menjadi mesin utama penggerak ekonomi dengan kontribusi dominan sebesar 42,03 persen.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Jadi Kunci
Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dinilai sebagai faktor kunci yang mengakselerasi pertumbuhan ini.
Arus investasi yang masif sepanjang tahun 2024 hingga 2025 telah mendorong geliat industrialisasi yang berdampak luas bagi masyarakat, mulai dari sektor konstruksi hingga penyerapan tenaga kerja.

“Industri manufaktur kini menjadi tulang punggung ekonomi Kendal. KEK bukan sekadar kawasan industri, melainkan pusat pertumbuhan baru yang mengubah wajah ekonomi daerah,” ujar Ade Sandi di hadapan para awak media dan perwakilan Diskominfo Kendal.
Dampak Multiplier bagi Sektor Lain
Selain industri manufaktur, efek domino dari pertumbuhan ini juga dirasakan pada sektor konstruksi yang tumbuh signifikan sebesar 17,60 persen, serta sektor akomodasi yang ikut terdorong naik.
Di sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama, namun lonjakan investasi melalui Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi indikator kuat bahwa pembangunan di Kendal sedang berada di jalur cepat.
Capaian angka pertumbuhan yang melampaui rata-rata provinsi ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai prestasi statistik, namun dapat terus menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Kendal.












