Jakarta — TombakRakyat.com Gelombang perlawanan buruh mengguncang kawasan pusat bisnis Jakarta. Ratusan buruh dari berbagai daerah menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung Graha Pertamina, menuntut keadilan dan menghentikan dugaan pemberangusan serikat pekerja.
Aksi yang digalang Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) bersama FSP LEM SPSI ini diawali dengan long march penuh semangat dari Gedung Indosat menuju Graha Pertamina. Lebih dari 100 buruh tumpah ke jalan, membawa spanduk, poster, dan lantang menyuarakan perlawanan. Buruh dari Cilacap bahkan rela menempuh perjalanan jauh demi menunjukkan solidaritas.

Dalam orasi-orasi yang membakar semangat, massa menyampaikan dua tuntutan krusial. Pertama, mereka mendesak perusahaan agar segera mempekerjakan kembali enam pengurus Federasi Serikat Buruh Migas dan Kimia (FSBMC) yang diduga menjadi korban PHK sepihak.

Kedua, massa menuntut penghentian total praktik union busting yang dinilai sebagai bentuk penindasan terhadap hak dasar buruh untuk berserikat dan berorganisasi. Para buruh menegaskan, pemecatan pengurus serikat adalah tamparan keras terhadap demokrasi di tempat kerja dan bertentangan dengan undang-undang ketenagakerjaan.
“PHK pengurus serikat bukan sekadar soal pekerjaan, ini soal harga diri dan hak buruh!” teriak salah satu orator di tengah gemuruh massa.
Hingga pukul 15.00 WIB, aksi masih terus berlangsung. Massa bertahan di depan Graha Pertamina dengan orasi bergantian, sementara aparat kepolisian berjaga ketat untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Namun hingga berita ini diturunkan, manajemen belum memberikan pernyataan resmi, memicu kekecewaan dan amarah buruh yang menilai perusahaan memilih bungkam di tengah tuntutan keadilan.
Aksi ini menjadi sinyal keras : buruh tidak akan diam ketika haknya diinjak-injak.












