EdukasiRELIGI

Haul Pendiri dan Haflah Akhir Sanah Ponpes Al-Muhajirin Digelar Khidmat

285
×

Haul Pendiri dan Haflah Akhir Sanah Ponpes Al-Muhajirin Digelar Khidmat

Sebarkan artikel ini

Brebes – TombakRakyat.com, Pondok Pesantren Al-Muhajirin Limbangan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, menggelar kegiatan Haul Pendiri dan Haflah Akhir Sanah pada Minggu malam, 25 Januari 2026 (5 Sya’ban) mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan jamaah dari berbagai wilayah.

Acara religius ini diasuh langsung oleh Pengasuh Ponpes Al-Muhajirin KH. Muslih Idris, dengan Ketua Panitia H. Warsadi. Turut hadir sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur Muspika Kecamatan Losari, serta tamu kehormatan Anggota Dewan Fraksi Golkar, Kajirin. Pengamanan acara dilakukan oleh Banser di bawah pimpinan Satkoryon M. Taufik.

Hadir pula Ust. Sayidin, M.Pd, selaku Ketua MWCNU Losari, serta Qori H. Mohammad Bilal dari Cirebon yang membuka acara dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah oleh KH. Abdul Wahab Dasuki Adnan (Gus Wahab), Da’i nasional yang dikenal melalui layar TV One. Dalam ceramahnya, Gus Wahab menjelaskan pentingnya ziarah kubur dan menghadiahkan doa, Fatihah, Yasin, serta tahlil kepada orang tua dan leluhur yang telah wafat.

Baca Juga  Final Debat Hukum Nasional Integrity Scholarship V, Angkat Isu Reformasi Polri dan Masa Depan Demokrasi

Menurut Gus Wahab, ziarah kubur merupakan salah satu bentuk meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW, sebagaimana Rasulullah SAW berziarah ke makam Nabi Ibrahim AS dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. “Berbakti kepada orang tua tidak berhenti saat mereka wafat, tetapi terus berlanjut dengan doa dan amal kebaikan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan keyakinan bahwa ruh orang yang telah meninggal tetap hidup, hanya berganti jasad, dan dapat mengunjungi anak cucunya, khususnya pada malam Jumat. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa mengirimkan doa bagi para leluhur.

Baca Juga  Nabi Nuh dan Bahtera Penyelamat: Kisah Iman yang Tak Tenggelam oleh Ejekan

Dengan gaya ceramah yang luwes, jenaka, dan membumi, Gus Wahab mampu menyampaikan pesan keagamaan yang dapat diterima oleh semua kalangan, baik akademisi maupun masyarakat awam. Ceramahnya diselingi lagu-lagu pantura yang relevan dengan tema, menjadi ciri khas dakwah beliau dalam menyebarkan syiar Islam dengan metode amar ma’ruf nahi munkar tanpa kesan menggurui. Hal ini selaras dengan perannya sebagai Anggota Komisi Dakwah MUI Pusat.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Wahab juga berpesan kepada para ibu dan wali santri agar mengutamakan pendidikan Al-Qur’an dan agama bagi anak-anak, seperti pendidikan di pondok pesantren. Menurutnya, pendidikan agama akan membentuk akhlak mulia dan kelak menjadi sebab keselamatan orang tua di akhirat.

Menutup ceramahnya, Gus Wahab mengingatkan bahwa sholat adalah kunci utama saat menghadapi ujian hidup. “Jika sedang dalam kesulitan, masuklah masjid, sujud dan berdoalah kepada Allah. Allah Maha Pemalu, Dia tidak akan menolak doa hamba-Nya,” tuturnya.

Baca Juga  Halal Bihalal Polres Jakut, Perkuat Jaga Jakarta

Ia menegaskan bahwa sholat merupakan oleh-oleh utama dari peristiwa Isra’ Mi’raj, di mana Rasulullah SAW menerima perintah sholat lima waktu. Gus Wahab juga mengajak jamaah untuk membiasakan sholat berjamaah, mengingat sebelum Mi’raj, Rasulullah SAW memimpin sholat seluruh Nabi dan Rasul sebagai imam, sehingga beliau mendapat gelar Imamul Anbiya wal Mursalin.

“Sholat berjamaah bukan hanya ibadah, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, menjaga hubungan bertetangga, dan menjadi media rekonsiliasi sosial,” pungkasnya.

Kegiatan Haul dan Haflah Akhir Sanah Ponpes Al-Muhajirin ini pun berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *