BERITAPOLITIK & PEMERINTAHANSPOT NEWS

Jawa Tengah Memulai Budaya Baru: Gubernur Ahmad Luthfi Pimpin Gerakan “Bike to Work” Menuju Kantor

139
×

Jawa Tengah Memulai Budaya Baru: Gubernur Ahmad Luthfi Pimpin Gerakan “Bike to Work” Menuju Kantor

Sebarkan artikel ini

SEMARANG,TOMBAK RAKYAT.COM – Pagi masih menyisakan embun ketika roda-roda sepeda mulai membelah jalanan Kota Semarang menuju jantung pemerintahan Provinsi Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Di antara deru mesin kendaraan bermotor, tampak rombongan pesepeda mengayuh dengan ritme tenang namun pasti.

Di barisan depan, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, tampil bugar mengayuh sepeda hitam kesayangannya.

Aksi ini bukan sekadar olahraga pagi. Ini adalah pesan nyata mengenai perubahan gaya hidup dan efisiensi energi.

Didampingi Sekda Sumarno dan Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Digital (Komdigi) Agung Hariyadi, Gubernur Luthfi memimpin para Aparatur Sipil Negara (ASN) memberikan contoh langsung kepada masyarakat.

Tantangan 17 Kilometer demi Budaya Hemat

Semangat perubahan ini dirasakan langsung oleh para staf di lingkungan Setda Jateng.

Baca Juga  Mendagri Hadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Di Karawang

Salah satunya adalah Kepala Bagian Hukum, Haerudin. Ia rela menempuh perjalanan sejauh 17 kilometer dari kediamannya di Pudak Payung demi mendukung gerakan ini.

“Sekitar satu jam perjalanan. Lumayan, tapi ini jadi tantangan sekaligus pengalaman,” ujar Haerudin setibanya di halaman kantor Gubernur.

Ia mengaku harus berangkat lebih awal, sebelum pukul enam pagi, untuk memastikan tetap tepat waktu.

Bagi Haerudin, ini adalah bentuk edukasi. “Selain hemat energi, ini juga membentuk budaya kerja.

Foto :Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, tampil bugar mengayuh sepeda hitam Didampingi Sekda Sumarno dan Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Digital (Komdigi) Agung Hariyadi.Kamis (9/4/2026).

Kita memberi contoh bahwa hidup hemat itu bisa dimulai dari hal kecil seperti bersepeda, hemat listrik, hingga penggunaan bahan bakar,” tambahnya.

Baca Juga  Pemkab Kendal Terima Hibah Hydraulic Rescue Tools, Pertama dan Satu-satunya di Kendal

Bukan Sekadar Formalitas

Setibanya di garis finis, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa gerakan ini tidak boleh berhenti pada seremonial atau surat edaran belaka.

Ia menginginkan kebijakan seperti bike to work, pengaturan work from home (WFH), hingga penghematan listrik di kantor-kantor menjadi karakter ASN Jawa Tengah.

“Ini bukan hanya perintah, tapi harus dibudayakan. Dengan cara apa? Dengan cara berolahraga, kerja tepat waktu, dan optimalisasi WFH bagi yang memungkinkan,” tegas Luthfi di hadapan awak media.

Visi Mandiri Energi

Langkah bersepeda ini merupakan bagian kecil dari visi besar Jawa Tengah dalam membangun kemandirian energi.

Saat ini, Jateng telah memiliki ratusan desa mandiri energi dan terus mendorong sektor industri beralih ke energi terbarukan melalui berbagai insentif pajak.

Baca Juga  Camat Krangkeng Tegaskan Rekrutmen Tenaga Kerja Bebas Pungli

Namun, Luthfi juga mengingatkan bahwa penghematan harus dibarengi dengan pengawasan ketat, terutama pada energi bersubsidi.

Menanggapi isu kelangkaan LPG 3 kg, Gubernur menegaskan bahwa stok sebenarnya sangat mencukupi.

“LPG subsidi hanya untuk rumah tangga kurang mampu, nelayan kecil, dan usaha mikro.

Kami tidak akan menoleransi penyalahgunaan atau penimbunan oleh pihak yang tidak berhak,” pungkasnya menutup kegiatan pagi itu.

Gerakan pagi ini menjadi sinyal kuat bahwa birokrasi Jawa Tengah siap bertransformasi menuju pola hidup yang lebih sehat, hemat, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *