BERITAProfile Tokoh

Keluarga Besar Soepantho Temui Bupati Purworejo, Dorong Pelestarian Seni dan Budaya

91
×

Keluarga Besar Soepantho Temui Bupati Purworejo, Dorong Pelestarian Seni dan Budaya

Sebarkan artikel ini
Foto dari Kanan : Hermawan Direktur PDAM, Angko S Widodo (Mantan Ketua DPRD Purworejo) Nana, Yuli Hastuti (Bupati Purworejo) Yenty (mantan ketua Pansel KPK) Dr. Ida S Soepantho (Dr spesialis Anak RSU Sardjito) Tery S Soepantho

PURWOREJO, TOMBAKRAKYAT.COM – Keluarga besar Bapak Soepantho melakukan kunjungan kepada Bupati Purworejo Yuli Hastuti di Kabupaten Purworejo, Sabtu (3/10/2026). Pertemuan tersebut membahas gagasan pelestarian dan pengembangan seni budaya yang menjadi bagian dari warisan leluhur Purworejo.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum silaturahmi dan membangun gagasan untuk menggelar kegiatan seni budaya Purworejo pada tahun mendatang.

Sejumlah kekayaan budaya lokal yang direncanakan untuk diangkat antara lain Wayang Kaligesingan, Batik Begelen, dan Dolalak. Kegiatan tersebut diharapkan dapat diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Purworejo.

Bupati Yuli Hastuti Sambut Positif
Gagasan tersebut mendapat sambutan dari Bupati Purworejo Yuli Hastuti. Secara pribadi, Yuli menyampaikan keterbukaannya terhadap kegiatan yang bertujuan menjaga dan melestarikan seni budaya daerah.

“Saya sangat membuka pintu dan mendukung kegiatan seperti ini. Apalagi yang berkaitan dengan pelestarian seni dan budaya Purworejo. Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk nguri-uri dan merawat peninggalan leluhur agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Yuli Hastuti.

Baca Juga  Hosnan: Jangan Anak Tirikan Sapudi dan Raas

Menurut Yuli, seni dan budaya lokal merupakan bagian penting dari identitas daerah yang perlu terus dijaga dan dikembangkan bersama.

Anies Baswedan Sampaikan Keterangan Melalui WhatsApp

Sementara itu, Anies Rasyid Baswedan turut menyampaikan pandangannya mengenai keluarga almarhum Dr. Suliantoro Sulaiman di Yogyakarta. Pernyataan tersebut disampaikan Anies melalui pesan WhatsApp yang diterima awak media.

Dalam keterangannya, Anies menyebut keluarga almarhum Dr. Suliantoro Sulaiman sebagai sahabat keluarganya yang telah terjalin sejak lama dan lintas generasi.

“Keluarga Alm. Dr. Suliantoro Sulaiman di Yogya adalah sahabat keluarga kami sejak lama, lintas generasi,” tulis Anies.

Ia juga menyampaikan bahwa keluarga tersebut memiliki latar belakang perjuangan dan pendidikan sejak era pra-kemerdekaan serta konsisten dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan.

Baca Juga  Sidang Agus Palon Ungkap Fakta Baru: Penutupan Jalan Tanpa Izin Disebut Atas Arahan PUPR

“Keluarga pejuang yang amat terdidik sejak era pra-kemerdekaan dan konsisten dalam menjaga, mengembangkan kebudayaan,” lanjutnya.

Anies kemudian menyebut Dokter Moehamad Soelaiman sebagai salah satu pendiri dan Wakil Ketua Boedi Oetomo dari Kabupaten Purworejo.

“Kakek mereka, yaitu Dokter Moehamad Soelaiman adalah salah satu pendiri dan wakil ketua Boedi Oetomo dari Kabupaten Purworejo,” tulis Anies.

Ia juga menyinggung Prof. Dr. Sulianti Saroso, salah satu putri Dokter Moehamad Soelaiman, yang namanya kemudian diabadikan menjadi nama Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso di Jakarta.

“Salah satu putrinya, Prof. Dr. Sulianti Saroso, diabadikan namanya untuk Rumah Sakit Pusat Infeksi yang amat sering disebut saat pandemi COVID,” tulisnya.

Keluarga Besar Soepantho

Dorong Nguri-uri Budaya Purworejo
Rencana penyelenggaraan kegiatan seni budaya tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan kembali sejarah dan kekayaan budaya Purworejo kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca Juga  PSI Kendal di Pesta Laut Tawang

Wayang Kaligesingan, Batik Begelen, dan Dolalak merupakan bagian dari kekayaan budaya yang diharapkan terus dirawat dan dikembangkan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Keluarga besar Soepantho berharap gagasan tersebut dapat diwujudkan melalui sinergi dengan berbagai pihak di Kabupaten Purworejo.

Semangat yang dibawa adalah nguri-uri seni budaya Purworejo, merawat peninggalan leluhur, serta mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.

Sementara itu Angko Setiyarso Widodo, Mantan Ketua DPRD Purworejo (Membangun Daerah Jangan Lupakan Sejarah)

Sementara itu, Bapak Angko Setyo yang juga turut hadir saat kunjungan ke Bupati Purworejo menekankan pentingnya menjadikan sejarah sebagai bagian dari pijakan dalam membangun daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga bagaimana masyarakat menjaga serta menghargai warisan sejarah dan budaya daerah.

“Kalau mau membangun daerah, jangan lupakan sejarah,” ujar Angko.