BERITA

Kirab Bendera Merah Putih : Simbol Semangat Perjuangan, Bangkitkan Pasar Lama Jatinom Yang Telah Lama Mati Suri

58
×

Kirab Bendera Merah Putih : Simbol Semangat Perjuangan, Bangkitkan Pasar Lama Jatinom Yang Telah Lama Mati Suri

Sebarkan artikel ini

Klaten,TombakRakyat.com_ Kirab Bendera Merah putih yang digelar warga kelurahan Jatinom bersama elemen masyarakat berlangsung meriah. Ini merupakan sebuah simbol semangat kebersamaan dari seluruh masyarakat, tokoh dan semua elemen warga di kelurahan Jatinom yang ikut berkontribusi , bergotong royong , bahu membahu dengan semangat perjuangan penuh kebersamaan menghidupkan kembali pasar lama Jatinom yang sekian lama telah mengalami mati suri. Sabtu (17/10/26 ).

Ada 3 kegiatan pada hari itu diantaranya Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 200 meter, Umbul Donga, dan kegiatan ekonomi wedangan kuliner pasar lawas Jatinom. Kegiatan ini berawal dari Umbul Donga yang merupakan bentuk keprihatinan warga kelurahan Jatinom dikarenakan pasar lama Jatinom dalam kurun waktu beberapa tahun sangat lesu untuk kegiatan ekonomi.

Joko Suranto, yang merupakan inisiator dalam acara tersebut menjelaskan bahwasannya kegiatan ini sebagai tanda dan sebuah upaya untuk membangkitkan kembali pasar lama Jatinom bisa kembali menjadi ramai seperti dahulu.

” Tahun tahun dahulu waktu saya masih kecil masuk pasar lama Jatinom ini setiap pasaran legi sudah tidak bisa masuk pasar, penuh sekali. Kita berharap pasar Jatinom kembali bergairah lagi.” Ujar Joko Suranto

Baca Juga  Sinergi Pemerintah dan FKUB Pemperkuat Persatuan Bangsa dan Harmoni Sosial.
Joko Suranto ( Inisiator )

 

Ia menjelaskan pasar lama Jatinom direncanakan untuk yang kulineran akan berjualan setiap hari, dan untuk even Sabtu malam Minggu akan diadakan acara live music. Kesepakatan kami Malam Minggu semua pedagang wajib berjualan, untuk saat ini kita fokuskan ke Kuliner dulu dan Klitikan bila nanti sudah berjalan mau berjualan yang lainnya Monggo saya persilahkan”, jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Joko Winarno salah satu warga pendatang di Jatinom menyampaikan kegiatan ini terlaksana dari awal kegelisahan warga di Dusun Tangkilan, Kelurahan Jatinom. Ia memiliki background terkait Hospitality tentang kepariwisataan , untuk itu ia bersama warga dusun Tangkilan, kelurahan Jatinom membentuk suatu ide/ gagasan membuat gebrakan agar pasar lama Jatinom bisa aktif kembali dan bisa bermanfaat untuk warga disekitarnya.

‘ Awalnya ga ada konsep sama sekali, ini bisa dibilang dadakan untuk persiapan hanya 10 hari , Alhamdulillah kita dipertemukan dengan orang – orang yang terpanggil untuk bersama – sama  meramaikan pasar lama Jatinom. 20 tahun yang lalu pasar ini adalah pusat ekonomi, sebelum adanya pasar Gabus dan Pasar Klitikan Jatinom”, kata Joko Winarno.

Baca Juga  Dapur Marhaen dan Cek Kesehatan Gratis Diserbu Warga Karanganyar

Menurutnya, hal ini merupakan kegundahan semua pihak baik yang punya aset, kepala pasar, pihak kelurahan dan termasuk penduduk asli warga dusun Tangkilan yang mempunyai aset yang tidak dimanfaatkan.

 

Kuliner Wedangan Pasar Lama Jatinom

 

” Kami berharap Animo masyarakat kembali bertumbuh serta mau menjadikan pasar lama Jatinom sebagai pusat ekonomi dan tempat Srawung ( Silaturahmi ) karena nanti disini akan dibuatkan panggung kesenian supaya untuk anak – anak muda tidak hanya mengenal Gadget akan tetapi bisa mengenal kesenian tradisional, permainan zaman dulu, keroncong atau akustikan. Jadi kita arahkan itu semua ke kegiatan yang lebih Produktif “, ungkap Joko.

Sumedi, lurah pasar Jatinom mengucapkan rasa syukur dan terimakasihnya baik secara pribadi maupun mewakili Pemerintah Kabupaten Klaten kepada semua tokoh, elemen , dan warga masyarakat yang sangat antusias dan mendukung acara ini bisa terlaksana. Dengan ide – ide dan gagasan mereka pasar lama Jatinom yang mati suri saat ini bisa hidup kembali.

Baca Juga  FORMADES Jepara Gelar Doa Bersama dan Penggalangan Donasi untuk Korban Bencana Alam

Ia memberikan Apresiasi atas kekompakan dan semangat kegotong Royongan warga dusun Tangkilan Jatinom yang sudah bersusah payah membuat dan menyediakan Stand berjualan secara gratis kepada para pedagang dipasar lama Jatinom .

“” Saya sangat berterimakasih kepada khususnya kepada warga dukuh Tangkilan dan umumnya kepada warga masyarakat Jatinom yang telah berjuang , guyub rukun bersama untuk menghidupkan perekonomian di Pasar lama ini “, ujar Sumedi.

Lebih lanjut Sumedi mengungkapkan Pasar lama Jatinom tidak mengganggu pedagang lama, pedagang yang baru ini menempati lapak – lapak yang sudah lama kosong.

“Dengan Konsep menghidupkan Pasar lawas sing ilang Kumandange , saya dan teman – teman mengajak para pedagang untuk berjualan di pasar lama ini dan terkait tempat saya siapkan dan tidak mengganggu pedagang lama “, ujarnya.

Diharapkan kedepannya pasar lama Jatinom dapat kembali mengalami masa kejayaannya seperti 20 tahun yang lalu, menghidupkan UMKM, meningkatkan perekonomian warga masyarakat disekitar dan menjadi pilar penting bagi perekonomian Nasional.