TOMBAK RAKYAT.COM,SEMARANG – Ratusan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Jaringan Perempuan Jana Tera Semarang menggelar aksi damai di sepanjang kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Pahlawan, Mugassari, Semarang Selatan, Minggu (7/12/2025).
Aksi ini dilakukan serentak di hari CFD karena dinilai kondusif dan dapat merespons masyarakat luas secara langsung.
Aksi ini merupakan bagian dari peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) yang diperingati setiap tahunnya mulai tanggal 25 November hingga 10 Desember.

Para peserta aksi membawa spanduk dan poster yang menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan berbasis gender, dengan tema “Menggalang Keberanian Menautkan Kekuatan Perempuan”.
Dalam orasinya, Direktur LRC Kitong Ham Jateng, Witi Mulyati, menyoroti maraknya kasus pelecehan seksual di Jawa Tengah yang belum menemukan titik terang, seperti kasus pelecehan seksual berbasis kecerdasan buatan (AI) yang korbannya merupakan siswi SMAN 11 Semarang, di mana pelakunya, Chiko, telah ditetapkan sebagai tersangka.
Selain itu, aksi ini juga menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus UNS Semarang yang sedang menjadi perbincangan hangat.
Witi berharap, melalui aksi ini, pihak kejaksaan dan aparat penegak hukum dapat memberikan keadilan yang seadil-adilnya bagi para korban dan memberikan sanksi hukum yang berat bagi para pelaku, untuk memberikan efek jera dan menciptakan ruang aman bagi perempuan.
Beberapa kelompok aliansi aktivis perempuan lainnya yang turut serta dalam aksi ini antara lain Barapuan, kelompok buruh, WALHI, dan LBH Semarang, serta sejumlah mahasiswa.












